selamat hari raya idul fitri 1432 H. Minal Aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. mari kita galang silaturahim untuk meyatukan gagasan demi kemajuan prenduan . hanya itulah bentuk terima kasih bagi tanah kelahiran yang telah membesarkan kita
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label peluang usaha. Tampilkan semua postingan

4 Desember 2013

POTENSI KERAJINAN DAUN SIWALAN

Desa Prenduan merupakan desa yang relatif gersang dibandingkan dengan desa lain di Kabupaten Sumenep Masura. Hampir tidak ada sumber air yang mengalir dan pohon besar yang tumbuh kecuali hamparan pohon siwalan yang berseret-deret di sepanjang galangan petak pertanian. Borassus flaberllifer atau lebih dikenal dengan tumbuhan lontar tumbuh di daerah tanah tandus dan beriklim tropis yang telah berlangsung ratusan tahun di desa ini.  Pohon lontar hampir seperti pohon kelapa. Hampir seluruh bagiannya dapat dimanfaatkan untuk kegunaan aktivitas kehidupan masyarakat. Hal yang utama adalah hasil niranya berupa gula siwalan, buahnya yang lembut kenyal bening seperti kolang-kaling. Daunnya banyak dipergunakan sebagai bahan kerajinan tangan baik berupa mainan ataupun alat-alat rumah tangga seperti keranjang dan timba. Sayang sekali kerajinan berbahan dasar daun lontar sudah tidak banyak lagi ditemukan. Padahal kerajinan seperti ini merupakan kerajinan khas yang jarang dimiliki oleh pengrajin di daerah lain. Dari segi ekonomi kerajinan tangan berbahan daun lontar memiliki potensi yang sangat besar untuk mendorong peningkatan kualitas kehidupan masyarakat.
Beberapa hasil kerajinan yang dapat dikembangkan seperti mainan anak dan alat-alat rumah tangga dapat terus dieksplorasi dan dihasilkan produk-produk baru yang lebih kreatif.
Jadi ingat masa kecil. Berangkat sekolah sambil narik mobil mainan daun lontar dan diatasnya ditaruh buku pelajaran.

5 Maret 2013

BUDIDAYA POHON NAGA

Tanaman buah naga bisa digunakan sebagai tanaman hias untuk memperindah halaman rumah sekaligus bisa dinikmati buahnya.. Tentunya sangat menyenangkan bila kita bisa memetik sendiri dan menikmati buah naga, buahnya dapat dipetik setiap minggu apabila sudah memiliki lebih dari 10 cabang produksi. Kelebihan penanaman buah naga di pot adalah kita biasa memindahkan dan mengatur letak tanaman sesuai keinginan. Tetapi untuk menghasilkan tanaman buah naga yang produktif tetap harus diketahui cara perawatan dan pemupukan yang benar. Berikut ini adalah langkah-langkah yang dilakukan dalam pembudidayaan buah naga di pot :

MEMULAI KOPERASI

Syarat pembentukan koperasi berdasarkan Keputusan Menteri Negara Koperasi Dan Usaha Kecil Dan Menengah Republik Indonesia Nomor: 104.1/Kep/M.Kukm/X/2002 Tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembentukan, Pengesahan Akta Pendirian Dan Perubahan Anggaran Dasar Koperasi, adalah sebagai berikut:
  1. Koperasi primer dibentuk dan didirikan oleh sekurang-kurangnya dua puluh orang yang mempunyai kegiatan dan kepentingan ekonomi yang sama;
  2. Pendiri koperasi primer sebagaimana tersebut pada huruf a adalah Warga Negara Indonesia, cakap secara hukum dan maupun melakukan perbuatan hukum;
  3. Usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi harus layak secara ekonomi, dikelola secara efisien dan mampu memberikan manfaat ekonomi yang nyata bagi anggota
  4. Modal sendiri harus cukup tersedia untuk mendukung kegiatan usaha yang akan dilaksanakan oleh koperasi;
  5. Memiliki tenaga terampil dan mampu untuk mengelola koperasi.

16 September 2011

BETERNAK BEBEK PELUANG USAHA KEMITRAAN

oleh: Raziq H Fatah
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa) atau Etetk (bahasa MAdura). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok. Namun seiring makin banyaknya penikmat bebek khsusunya bebek pedaging, peternakan bebek kini mulai menyebar ke berbagai wilayah di Indonesia secara merata. Pelahan orang mulai beralih ke bebek sebagai bahan makanan pesaing ayam. Untuk menjaga kontinuitas biasanya peternakan bebek pedaging khususnya dilakukan secara kemitraan. Dengan sistem kemitraan bebek dapat diatur sedemikian rupa agar waktu panen dapat dilakukan secara beriliran dengan jumlah tertentu yang ditargetkan untuk pasar.

JENIS

Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu: Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA; Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;"EN-GB" Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood. Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

MANFAAT
  1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
  2. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
  3. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
  4. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
  5. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

PERSYARATAN LOKASI
  1. Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah:
  2. letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk,
  3. mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran
  4. kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak.
  5. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.
4. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu :
  • Perkandangan;
  • Bibit Unggul;
  • Pakan Ternak;
  • Tata Laksana dan Pemasaran Hasil Ternak.
  • Penyiapan Sarana dan Peralatan
  • Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C.
  • Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
  • Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
  1. kandang untuk anak itik (DOD) ada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor
  2. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
  3. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei (satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
Kondisi kandang dan perlengkapannya
Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.

Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut:
  1. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin kunggulannya
  2. memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
  3. membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat. Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap. Perawatan bibit dan calon induk
Perawatan Bibit
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.

Perawatan calon Induk
Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

Reproduksi dan Perkawinan
Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

Pemeliharaan Sanitasi dan Tindakan Preventif
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

Pengontrolan Penyakit
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu:
  1. fase stater(umur 0–8 minggu),
  2. fase grower (umur 8–18 minggu)
  3. dan fase layar (umur 18–27 minggu).
Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase.

Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
  1. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
  2. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
  3. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
  4. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).
Ransum Pakan
Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen.
Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
  1. umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama air minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
  2. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
  3. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor.
Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada

HAMA DAN PENYAKIT
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
  1. penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
  2. penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat
Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
  1. Penyakit Duck Cholera: bakteri Pasteurela avicida: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan. Pengendalian: sanitasi kandang, pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
  2. Penyakit Salmonellosis: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret. Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.
PANEN
Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

PASCA PANEN
Kegiatan pascapanen yang biasa dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk.
Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
  1. Pengawetan dengan air hangat. Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana.Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
  2. Pengawetan telur dengan daun jambu biji. Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
  3. Pengawetan telur dengan minyak kelapa. Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
  4. Pengawetan telur dengan natrium silikat. Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
  5. Pengawetan telur dengan garam dapur. Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.
dari berbagai sumber

10 September 2011

ABON IKAN: PELUANG USAHA YANG MASIH TERBUKA

oleh: Raziq Hasan Fatah

Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki luas lautan lebih besar dari luas daratannya. Karenanya potensi kelautan merupakan sumberdayya penting bagi peningkatan ekonomi masyarakatnya. Ikan sebagai salah satu hasil utama kelautan merupakan sumberdaya penting konsumsi bagi kehidupan.

Salah satu potensi peningkatan ekonomi kelautan masyarakat dapat dilakukan dengan pengembangan produksi pengolaan ikan sebagai sumberdaya makanan yang tak pernah berhenti sebagai kebutuhan pokok gizi masyarakat. Tidak saja untuk pangsa padsar dalam negeri, produk olahan ikan dapat dikembangkan dalam pasar ekspor.

Produk olahan ikanlaut yang masih jarang dikembangkan salah satunya adalah pengolahan abon berbahan ikan. Padahal proses pengolahan abon ikan tidak butuh proses yang rumit. Pengolahan dapat dilakukan melalui proses sederhana secara tradisional. Namun untuk pengembangan dalam skala besar proses pembuatan abon dapat ditingkatkan menjadi skala industri yang lebih besar.

Melihat potensi yang begitu besar dari segi sumberdaya kelautan yang melimpah, pangsa pasar yang masih luas serta proses yang sangat sederhana. Ada baiknya potensi ini perlu dikembangkan sebagai peluang usaha yang sangat menguntungkan.

Bagaimana memulai proses pembuatan abon ikan? berikut langkah-langkahnya.

A. Prinsip Pembuatan Abon Ikan

Pada prinsipnya abon ikan merupakan suatu metode pengawetan dengan kombinasi antara perebusan / pengukusan dan penggorengan serta penambahan bumbu-bumbu tertentu. Produk yang dihasilkan mempunyai tekstur yang lembut, rasa dan aroma yang khas. Abon ikan bisa digunakan untuk makan nasi, teman makan roti, dll

B. Bahan Baku

Biasanya abon dibuat dari daging sapi atau daging kerbau,akan tetapi di beberapa daerah Sulawesi, banyak dijumpai abon ikan. Pada umumnya abon ikan dapat dibuat dari daging ikan cakalang/ikan tongkol, ikan tuna dan ikan cucut serta berbagai jenis ikan laut yang mudah didapat di beberapa daerah pesisir. Bila menggunakan ikan cucut, setelah ikan disiangi kemudian dipotong-potong, sebaiknya direndam dalam air bersih (kalau bisa air yang mengalir) untuk menghilangkan bau amoniak (NH3)

C. Membuat Abon Ikan

1. Bahan dan Bumbu

- daging ikan yang sudah disuwiri 500 gram
- garam 3% 15 gram
- gula merah 150 gram
- ketumbar 10 gram
- bawang merah 75 gram
- laos 5 gram
- jahe 10 gram
- sereh 3 tangkai
- bawang putih 10 gram

2. Cara membuat abon ikan

a. Penyiangan
Ikan disiangi yaitu isi perut dan kepala,kalau perlu dipotong-potong untuk memudahkan pengukusan kemudian dicuci sampai bersih.

b.Pengukusan
Ikan dikukus sampai matang untuk memudahkan pengambilan daging dan memisahkan dari tulang dan duri,kemudian ditumbuk / dimemarkan hingga menjadi suwiran-suwiran / serpihan daging ikan.

c. Pemberian Bumbu
Bumbu-bumbu yang dihaluskan, kemudian dicampurkan dengan yang telah disuwir-suwir hingga merata.

d. Penggorengan
Daging ikan yang telah dicampur dengan bumbu kemudian digoreng dengan minyak, boleh juga menggunakan santan kelapa yang kental.Aduk-aduklah sampai kering (terasa ringan bila daging diaduk-aduk) dan berwarna kuning kecokelatan.

e. Pengepresan
Abon yang sudah matang dimasukkan kealat pengepres abon sampai minyaknya tuntas, kemudian diambil dengan menggunakan garpu

Dari berbagai sumber dan wawancara dengan produsen

MEMULAI USAHA BUDIDAYA IKAN CUPANG

oleh : Raziq Hasan Fatah
Peluang usaha budidaya ikan cupang sangat mudah. Dengan modal kecil dan tidak memerlukan areal yang luas anda sudah bisa memulainya. Usaha budidaya cukup menyediakan areal sekitar 5 meter persegi. Di Wilayah Jakarta Pusat budidaya ikan cupang ada yang dilakukan diatas dak rumah dan dipekarangan yang relatif sempit, dengan menggunakan wadah bekas ataupun kolam bak semen atau akuarium.
Ikan ini relatif mudah dipelihara dan dibudidayakan, karena tidak memerlukan pakan khusus. Pakan ikan untuk benih biasanya digunakan pakan alami berupa kutu air atau daphnia sp. yang dapat ditemukan di selokan yang airnya tergenang. Untuk induk cupang digunakan pakan dari jentik-jentik nyamuk (cuk).
Untuk pertumbuhan anak ikan bisa diberi kutu air dan diselingi dengan cacing rambut, akan lebih mempercepat pertumbuhan anak ikan.

Wadah Budidaya
Pada umumnya wadah pemeliharaannya adalah bak semen atau akuarium yang ukurannya tidak perlu besar yaitu cukup 1 x 2 m atau akuarium 100 x 40 x 50 cm, sedang wadah perkawinannya lebih kecil dari wadah pembesaran, yang bisa digunakan antara lain : baskom, akuarium kecil atau ember dapat dipakai untuk memijahkan ikan.

Ciri-ciriikan jantan
  1. Warnanya lebih indah
  2. Siripnya pun panjang dan menyerupai sisir serit, sehingga sering disebut cupang serit. Sedangkan ikan betina warnanya tidak menarik (kusam) dan bentuk siripnya lebih pendek dari ikan jantan.
  3. Gerakan lebih lincah
Ciri ikan jantan untuk dipijahkan :
  1. Umur ± 4 bulan
  2. Bentuk badan dan siripnya panjang dan sudah tampak berwarna indah.
  3. Gerakannya agresif dan lincah.
  4. Kondisi badan sehat (tidak terjangkit penyakit).

Ciri-ciri ikan betina
  1. Ikan betina warna kusam
  2. Bentuk sirip lebih pendek dari ikan jantan
  3. Gerakan kurang lincah
Ciri Betina yang siap kawin
  1. Bentuk badan membulat menandakan siap kawin
  2. Umur telah mencapai 4 bulan
  3. kondisi badan sehat.

Pemijahan dan perawatan ikan
Setelah induk cupang hias dipersiapkan begitu pula dengan wadahnya maka langkah selanjutnya adalah melakukan pemijahan :
  1. Persiapkan wadah baskom/akuarium kecil dan bersih.
  2. Isi wadah dengan air bersih dengan ketinggian 15 - 30 Cm.
  3. Masukkan induk ikan cupang jantan lebih dahulu selama 1 hari.
  4. Tutup wadah dengan penutup wadah apa saja.
  5. Sehari kemudian (sore hari) induk betina telah matang telur dimasukan ke dalam wadah pemijahan.
  6. Biasanya pada pagi harinya ikan sudah bertelur dan menempel disarang berupa busa yang dipersiapkan oleh induk jantan.
  7. Induk betina segera dipindahkan dan jantannya dibiarkan untuk merawat telur sampai menetas.
Pembesaran anak
  1. Ketika burayak ikan cupang sudah dapat berenang dan sudah habis kuning telurnya, sudah harus disiapkan media yang lebih besar untuk tempat pembesaran.
  2. Pindahkan anakan bersama induk jantannya.
  3. Kemudian benih ikan diberi makanan kutu air dan wadah ditutup.
  4. Sepuluh hari kemudian anak ikan dipindahkan ke tempat lain.
  5. Dan selanjutnya setiap satu minggu, ikan dipindahkan ke tempat lain untuk lebih cepat tumbuh.
Pasca Panen
Pasca panen yaitu setelah ikan cupang hias mencapai 1 bulan sudah dapat dilakukan pemanenan sekaligus dapat diseleksi atau dipilih. Ikan yang berkwalitas baik dan cupang hasil seleksi dipisahkan dengan ditempatkan ke dalam botol-botol tersendiri agar dapat berkembang dengan baik serta menghindari perkelahian. Setelah usia 1,5 sampai 2 bulan cupang hias mulai terlihat keindahannya dan dapat dipasarkan.

Sumber: disarikan dari berbagai sumber

PELUANG USAHA BUDIDAYA JAMUR

oleh : Raziq Hasan Fatah
Sebagian besar wilayah di Indonesia sangat bagus untuk budidaya jamur, karena alam Indonesia yang hangat dan lembab, dan jamur akan tumbuh bila dikondisikan sesuai dengan persyaratannya. Budidaya jamur dapat dilakukan dengan mudah dan murah karena kandungan komponennya banyak menggunakan limbah, misalkan serbuk kayu dari bekas gergaji dan dedak. Dua komponen tersebut sebagian besar wilayah Indonesia selalu ada dan berlimpah.

Budidaya jamur dapat dipakai menjadi peluang usaha atau peluang bisnis yang menjanjikan karena kebutuhan pasar dan hasil produksi masih jauh. Peluang bisnis atau peluang usaha yang akan didapat dari usaha budidaya jamur misalnya : dari hasil penjualan bibit jamur, media tanam atau baglog, jamur segar dan olahan makanan kering atau basah dengan bahan dasar jamur. Peluang usaha atau peluang bisnis lainnya adalah penjualan bahan-bahan pokok, pengadaan alat-alat kerja, jasa konstruksi pembuatan rumah jamur, pelatihan dan pengadaan tanah atau lokasi untuk didirikan usaha budidaya jamur.
PERSIAPAN
  1. Pelajari teori tentang budidaya jamur.
  2. Banyak bertanya atau diskusi dengan petani-petani yang handal / yang sdh paham dengan usaha budidaya jamur.
  3. Siapkan lokasi / tanah yang akan dijadikan usaha budidaya jamur, khususnya untuk mendirikan rumah jamur / kumbung. Dirikan rumah jamur dari bahan yang paling mudah didapat dan murah.
  4. Mulailah dari kapasitas terkecil / minimum. misalkan dari jumlah 2.500 log. Untuk pengadaan log dapat dipesan di 08158751024, 08561018488 dengan BUDI SISWANDI.
  5. Buat catatan dari semua kegiatan yang sedang berlangsung tujuannya adalah sebagai bahan evaluasi kedepan. Amati cara hidup jamur.
  6. Cari informasi dan buat jaringan mulai dari pengadaan bahan dasar sampai pada penjualan hasil panen / produk.
  7. Buat rencana kerja dan target kerja.
  8. Buat perhitungan anggaran pelaksanaan.
  9. Untuk operasional usahakan dikerjakan sendiri dengan alasan kapasitas masih kecil dan sekali belajar karakteristik jamur.
DUA BENTUK USAHA BUDIDAYA JAMUR

Untuk memulai membuka usaha budidaya jamur ada dua macam yang dapat ditempuh :
  1. Memulai dari belajar merawat media tanam atau baglog, artinya PETANI PEMULA hanya menyiapkan rumah jamur / kumbung berikut alat kerja untuk merawat atau memelihara baglog / media tanam. Untuk baglog / media tanam membeli pada petani yg memproduksi baglog / media tanam, dimana baglog tsb sdh teruji kwalitasnya (misalkan : hasil panennya bagus).
  2. Memulai dari belajar membuat media tanam / baglog, artinya mempersiapkan ALAT-ALAT KERJA, TEMPATKAN KERJA, BAHAN-BAHAN, dan TENAGA KERJA. Karena pekerjaan ini dimulai dari beberapa tahapan (misalkan : dari pengadaan bahan, mencampur, pewadahan, sterilisasi, inokulasi, inkubasi dan pertumbuhan jamur.
ANGGARAN USAHA UNTUK PEMULA

Contoh perhitungan anggaran / biaya / modal kerja :
Tanah dianggap milik sendiri
Modal terbagi 2 (dua) yaitu :
  1. Modal untuk investasi, misalkan biaya untuk mendirikan kumbung dan pembelian alat-alat kerja bantu
  2. Modal operasional, misalkan biaya untuk pembelian/pengadaan media tanam, upah kerja dan lain-lain
  • Kapasitas 2.500 log.
  • Luas kumbung 15,60 m2 @ Rp 225.000,- = Rp 3.510.000,-
  • Pembelian alat kerja bantu = Rp 400.000,-
  • Pengadaan media tanam = 2.500 log @ Rp 2.500,- = Rp 6.250.000,-
  • Total modal awal kerja = Rp 10.160.000,-
  • Hasil panen jamur adalah 90 % x 2.500 log x 0,60 kg x Rp 10.000,- = Rp 13.500.000,- (perhitungan selama kurang lebih 4 bulan).
  • Keuntungan yang didapat adalah Rp 13.500.000,- - Rp 6.250.000 - Rp 450.000,- = Rp 6.800.000,-
  • Jadi keuntungan per bulan = Rp 1.700.000,-
Periode tumbuh jamur bila habis dipanen berjarak sekitar 20 hari, oleh karena itu panen jamur akan terjadi setiap hari, bila kapasitas 10.000 log rata-rata per hari akan menghasilkan jamur sekitar 60 kg.
Satu Media tanam dalam kurun waktu satu periode akan menghasilkan jamur (jumlah akumulatif) antara 0,40 kg - 0,60 kg.
Harga jamur di pasar berkisar Rp 8.000,- s/d Rp 10.000,- per kg.
Harga jamur sampai ditangan konsumen berkisar Rp 10.000,- s/d Rp 14.000,- per kg.

PERAWATAN MEDIA TANAM

Yang harus diperhatikan didalam merawat media tanam adalah :
  1. Kebersihan didalam kumbung.
  2. Sirkulasi udara, tingkat kelembaban dan suhu ruangan diatur sedemikian rupa.
  3. Cara memetik jamur dan membersihan bekas petikan.
  4. Cara menyiram pergunakan uap dari spray.

PENGEMBANGAN USAHA
Untuk menaikan keuntungan didalam usaha budidaya jamur selain dari menjual jamur segar :
  1. Mulai belajar membuat media tanam sendiri (untuk kepentingan / kebutuhan sendiri dan untuk dijual).
  2. Mulai belajar membuat olahan panganan dengan bahan dasar jamur (misalkan panganan basah dan panganan kering).
Sumber : Budi Suwandi, Petani Jamur

BUDIDAYA KEPITING SISTEM KERAMBA

oleh : Raziq Hasan Fatah
Membangun perekonomian masyarakat pesisir melalui budidaya kepiting bakau sistem keramba merupakan suatu pilihan yang sangat tepat, mengingat sebagian besar pesisir berada pada posisi dataran rendah, terdiri dari lahan rawa dan pesisir pantai yang sangat luas. Namun potensi ini belum tergali dengan baik. Selama ini, pesisir pantai bakau yang luas itu hanya menjadi lahan-lahan tidur dan tidak produktif.

Hanya warga masyarakat pemilik keramba tertentu saja yang memanfaatkan lahan bakau tersebut untuk menggarap keramba budidaya secara sangat sederhana karena terkendala pengetahuan sumber daya manusia (SDM) dan modal untuk mengembangkannya. Umumnya pembudidaya itu menggarap kerambanya di sekitar pesisir mangrove. Itu pun baru sebagian kecil saja dari penduduk setempat yang berminat dalam budidaya keramba.

Karena sifatnya pembudidaya tradisional, dengan modal yang pas-pasan dan menejemen yang kurang baik serta pemasaran yang tidak memliki jaringan yang kuat maka tidak banyak petani tradisional berkembang, bahkan justru banyak di antara mereka yang hanya pasrah dan tidak mampu bertahan.

Dengan mempertimbangkan pembudidaya tradisional yang hasilnya tidak bisa diharapkan optimal untuk mencukupi kebutuhan para pembudidaya, maka perlu dikembangkan suatu program pembudidaya rakyat terpadu dan berkesinambungan yang didukung dan diprogramkan secara serentak

Program pembudidayaan ini perlu dimulai melalui projek percontohan oleh pemerintah daerah atau swasta yang dikelola dengan menejemen yang baik dapat dibangun secara bertahap, mulai dari keramba kepiting bakau, ikan bandeng dan udang windu. Dari projek percontohan ini diharapkan dapat dikembangkan menjadi usaha keramba produktif masyarakat melaui gerakan bersama, terpadu dan berkesinambungan.

Pilihan untuk tahap pertama, dimulai dengan keramba kepiting bakau, dengan pertimbangan bahwa budidaya kepiting bakau ini paling mudah dipelihara dan mempunyai daya tahan yang lebih baik dibandingkan dengan ternak perikanan lainnya. Ternak kepiting bakau dapat berkembang biak meskipun secara alami, apalagi di dilakukan penggemukan secara modern. Pada saat musim hujan, proses pengelupasan kulit luar kepiting lebih cepat, sehingga kepiting bisa lebih cepat dipanen. Hasilnya pun lebih menguntungkan ketimbang bertambak perikanan yang lain seperti bandeng dan udang windu.

Kalau bagi sebagian orang, musim hujan bisa saja merugikan karena bisa menyebabkan banjir. Tidak demikian halnya bagi pembudidaya kepiting yang menggunakan media keramba. Contoh di wilayah Kecamatan Kraksaan Probolinggo Jawa Timur. Musim hujan justru sangat menguntungkan karena omset penghasilan dari usahanya meningkat tajam.

Ahmad Fadol (30 tahun) misalnya, warga Kebon Agung merasa mendapat berkah tersendiri pada musim hujan tiba seperti saat ini. Betapa tidak, usaha budidaya kepiting miliknya meningkat tajam, hingga 50 persen dalam sebulan.

Usaha yang dirintis sejak tahun 2009 dengan modal awal hanya 600 Ribu Rupiah, pada musim hujan justru bisa berlipat ganda hingga puluhan Juta Rupiah. Sebab, pada musim hujan intensitas panas matahari menjadi berkurang yang menyebabkan kepiting berkembang dengan baik. Di samping itu, resiko beternak kepiting juga relatif kecil. Kepiting jarang terkena penyakit dan jika banjir datang kepiting tidak akan hanyut karena terlindung dalam keramba.

Pada musim kemarau, Fadol hanya bisa memanen kepiting setiap 1 bulan saja, pada musim hujan hanya membutuhkan waktu 15 hari untuk memanen, terutama kepiting yang berkualitas baik.

Masing-masing 1 (satu) dari 10 (sepuluh) kerambah kepiting miliknya, bisa menghasilkan sekitar 1 kuintal kepiting siap panen. Sementara harga jual kepiting antara 40 hingga 90 ribu rupiah perkilogramnya. Jadi dengan 10 keramba dipastikan bisa menghasilkan uang 40 juta - 90 juta rupiah setiap kali panen.

Dengan di potong biaya operasional dan biaya karyawan sebesar 40 persen, setiap sekali panen, Fadol bisa meraup keuntungan bersih sekitar 20 Juta Rupiah dan dalam sebulan bisa mencapai 70 juta rupiah.

Namun agar kepiting mempunyai harga yang tinggi di pasar, baik pasar lokal, maupun pasar ekspor maka dalam proses panen perlu dilakukan secara selektif dengan memilih kepiting yang benar-benar siap panen. Kriterianya adalah:
  1. Kepiting yang sudah matang telur (harga tinggi).
  2. Kepiting gemuk (harganya lebih rendah dibandingkan dengan yang matang telur).
Dengan kriteria persyaratan di atas, maka agar kepiting yang dipasarkan mempunyai kriteria yang diinginkan para konsumen adakalanya budidaya kepiting keramba hanya berfokus pada upaya penggemukan. Masa yang diperlukan untuk budidaya penggemukan ini cukup 3,5 - 4 bulan sudah bisa dipanen dengan secara serentak.

TAHAPAN DAN TEKNIK BUDIDAYA KEPITING KERAMBA

1. Memilih Metode Keramba

Metode budidaya kepiting bakau yang sesuai dengan kondisi lahan rawa terutama di daerah pantai berpasir dan sedikit berlumpur. Di daerah Jawa Timur sebarannya meliputi Tuban, Pasuruan, Sidoarjo, Probolinggo hingga Banyuawangi dan Bali. Budidaya kepiting sistem karamba adalah menggunakan sistem hamparan kotak kerangkeng dalam ukuran luas tertentu, dengan penebaran 2 ekor bibit kepiting bakau/m2. Namun untuk mencari bibit yang jumlahnya sampai ribuan ekor sekaligus, sesuai dengan ukuran luas tambak, rasanya tidak mungkin. Maka untuk mencapai jumlah penebaran bibit itu dilakukan secara bertahap, dan cara memanennyapun secara selektif pula.

2. Cara Memperoleh Bibit

Keberhasilan suatu budidaya kepiting bakau di samping ditunjang teknik budidaya yang handal, tersedianya bibit juga sangat menentukan. Untuk usaha budidaya penggemukan kepiting ada cara untuk memperoleh bibit, yaitu: Para pemancing menjual kepada pedagang pengumpul, yang kemudian oleh pedagang pengumpul diseleksi sesuai dengan ukuran yang sudah ditentukan. Untuk ukuran bibit langsung dijual kepada petani pembudidaya. Biasanya ukuran bibit kepiting bervariasi antara 100 – 200 gr. Harga bibit kepiting bakau bervariasi antara Rp. 3.000 -Rp.4.000 per ekor. Bibit kepiting bakau yang bagus dapat diperoleh dari Kota Tarakan Kalimantan Timur. Namun untuk kepentingan praktis di sepanjang pantai Utara Jawa Timur banyak terdapat petambak kepiting yang menyediakan bibit kepiting

3. Pemberian Pakan

Kepiting bakau termasuk hewan Carnivora (pemakan daging). Bahan pakan untuk kepiting mudah didapat. Pakan kepiting bakau berupa ikan rucah, siput, wideng, dll.Pemberian pakan dilakukan 2 kali sehari, yaitu: pagi dan malam hari. Adapun dosis pemberian pakan antara 5 – 15% dari perkiraan berat badan kepiting bakau yang dipelihara.

4. Pemanenan dan Cara Pengemasannya

Masa pemeliharaan penggemukan kepiting bakau relatif singkat atau juga tergantung dari awal penebaran bibit. Untuk bibit ukuran 100 gram dalam masa pemeliharaan 2,5 – 4 bulan sudah bisa mencapai ukuran konsumsi (3–4 ekor/kg). Namun apabila awal sudah mempunyai berat lebih dari 200 gram, maka masa pemeliharaan bisa lebih singkat. Petani memanen kepiting bakau dilakukan secara selektif yaitu dengan cara memancing dan memisahkannya antara kepiting bakau yang gemuk dan matang telur.
Kepiting bakau yang sedang matang telur mempunyai harga yang lebih tinggi dibandingkan dengan yang lain. Kepiting bakau sebelum diikat diletakkan ke dalam air bersih beberapa saat. Setelah itu kepiting bakau baru diikat kakinya dengan tali raffia, dan ditata dalam sterofom box.

5. Pemasaran
Pemasaran kepiting bakau konsumsi belum ada permasalahan. Bahkan permintaan pasar belum terpenuhi, karena produksi kepiting bakau sampai saat ini masih menghandalkan hasil tangkapan. Pemasarannya bisa dilakukan di pasar, toko swalayan, pedagang pengumpul atau pengusaha rumah makan yang menyediakan sea food. Mengenai harga pada umumnya bervariasi tergantung di mana dipasarkan. Di pasar lokal harga berkisar Rp. 55.000,00 pr kg untuk size 3 atau size 4 (isi 3 sampai 4 ekor per kg). Harga jual di Singapura, Hongkong dan Pulau Batam mencapai Rp. 40.000,00 per ekor. Sedangkan untuk kepiting bakau matang telur harga sampai berkisar Rp. 90.000,00 per kg.

Kepiting hasil budidaya ini biasanya di pasarkan ke sejumlah Negara Asia, seperti Jepang, Korea dan Thailand.
Selain itu untuk meningkatkan daya tarik konsumsi masyarakat terhadap kepiting dapat juga dikembangkan menjadi sentra kuliner berbahan dasar kepiting. Produk olahan makanan kepiting berupa : kepiting rebus orisinil, kepiting bumbu padang, kepiting saos tiram, kepiting bumbu kare, kepiting asam manis, kepiting masak tauco, kepiting asap dan lain-lainnya..








dari berbagai sumber

BUDIDAYA TANAMAN NANGKADAK (NANGKA CEMPEDAK)

oleh : Raziq H Fatah
Indonesia adalah negara tropis yang sangat kaya keanekaragaman hayati. Semua jenis pohon dapat dengan mudah tumbuh tanpa perlu pemeliharaan berarti. Salah satunya adalah cempedak. Buahnya seperti nangka dan aromanya harum menusuk seperti durian. Cempedak atau cempadak memliki nama lokal bangkong.(malaysia), Baroh (Kep. Lingga dan Johor), Nangka Beurit (Sunda), Nongko Cino (Jawa), Tiwada (Banjar)

Ciri Fisik
Pohon mencapai ketinggian sampai 20 meter.Rantng dan pucuk kaku kecoklatan. Perbungaan sendiri-sendiri dan seringkali muncul di ketiak daun dan batang cabang dan batang utma hingga di dekat muka tanah. Karangan bunga berbentuk lonjng seperti gada memanjang. Buah semu majemuk berwarna hijau kekunngan hingga kecoklatan. dengn duri lunak berpetak-petak. Daging buah sebetulnya adalah perhiasan bungan yang menebal kekuningan hingga jingga. Rasa manis dan harum.

Sebaran
Tanaman ini berasal dari Asia Tenggara, dan menyebar luas mulai dari wilayah Tenasserim di Burma, Semenanjung Malaya termasuk Thailand, dan sebagian Kepulauan Nusantara: Sumatra, Borneo, Sulawesi, Maluku hingga ke Papua. Juga banyak didapati di Jawa bagian barat.
Secara alami, cempedak liar banyak dijumpai di hutan hujan dataran rendah, baik hutan primer maupun sekunder. Tumbuh hingga ketinggian sekitar 1000 m dpl, pohon buah ini menyukai daerah-daerah dengan musim kering yang tidak tegas, lahan dengan permukaan air tanah yang dangkal, dan bahkan tahan sesekali tergenang banjir.
Cempedak biasa ditanam di pekarangan, kebun campuran sampai ke wanatani kompleks yang tidak jarang meliar menjadi hutan sekunder. Cempedak juga dapat bersilangan secara alami dengan nangka.

Manfaat
Buah dimakan dalam keadaan segar atau diolah terlebih dulu. Daging buah cempedak, kadang-kadang beserta bijinya sekali, diberi tepung, gula atau garam dan digoreng, dijadikan camilan minum teh atau kopi. Bijinya dapat digoreng, direbus atau dibakar, sebelum dimakan dengan campuran sedikit garam. Buah mudanya, seperti nangka muda, dapat dijadikan sayur.
Kayunya berkualitas baik, kuat dan awet, sehingga kerap digunakan sebagai kayu bangunan, bahan perabotan rumah, atau bahan perahu. Kulit kayunya yang berserat dapat digunakan sebagai bahan tali, dan getahnya untuk memukat burung. Dari kayunya juga dapat dihasilkan bahan pewarna kuning.
Di Kalimantan, cempedak atau bahasa Banjarnya tiwadak, selain dikonsumsi daging buah dan bijinya, kulitnya pun dapat diolah menjadi makanan yang dinamakan mandai atau ada juga yang menyebutnya dami. Mandai dibuat dengan cara mengupas kulit buah sampai terlihat putih kemudian direndam dengan air garam untuk mengawetkan dan melunakkan teksturnya. Rendaman dapat dilakukan selama beberapa jam bahkan hingga sebulan. Mandai biasanya dikonsumsi dengan menggorengnya hingga kecoklatan.

Dari berbagai sumber

BUDIDAYA MARKISA SANGAT MENJANJIKAN

oleh : Raziq Hasan
Markisa merupakan buah asli dari Amerika Latin. Namun, buah ini sudah banyak dibudidayakan di daerah tropis, termasuk di Indonesia. Di Indonesia terdapat dua jenis markisa yaitu : markisa ungu (passiflora edulis) yang tumbuh di dataran tinggi dan markisa kuning (passiflora flavicarva) yang tumbuh di d ataran rendah. Ada juga varitas markisa yang tumbuh di Sumatera Barat yaitu markisa manis (passiflora edulis forma flavicarva).

Manfaat buah markisa berkhasiat sebagai pereda nyeri, anti-kejang, kolitis, penenang, dan antiradang. Gangguan seperti sembelit, disentri, insomnia, gangguan haid, batuk, serak, tenggorokan kering juga bisa dihalau dengan buah ini. Daging buah markisa digunakan untuk merilekskan saraf saat sakit kepala, meredakan diare, dan neurastenia (kelelahan kronis, lemah, tidak nafsu makan, tidak bisa konsentrasi, dan susah tidur).

Penelitian invitro di University of Florida juga mendapati bahwa ekstrak buah markisa kuning banyak mengandung fitokimia yang mampu membunuh sel kanker. Fitokimia tersebut antara lain polifenol dan karotenoid. Kandungan fitokimia yang lain dalam markisa adalah harman, harmol, harmalin, passaflorine, harmine, karotenoid, viteksin, krisin, dan isoviteksin. Sedangkan kandungan gizinya antara lain: energi, lemak, protein, serat, mineral, kalsium, fosfor, zat besi, karoten, tiamin, riboflavin, niasin, asam askorbat, dan asam sitrat.

Dengan manfaat dan kesegaran rasanya, tidak salah jika markisa menjadi buah yang digemari masyarakat. Saat ini, markisa banyak dibudidayakan di Sumatra Utara, Sumatra Barat, Makassar, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Bali.

Selain dikonsumsi langsung, markisa juga bisa diolah kembali untuk sirup dan minuman ringan. Salah satu perusahaan yang memproduksi olahan buah markisa mulai dari sari markisa murni, sirup, hingga markisa beku, adalah CV Surya Lestari di Makassar.


Pemilik CV Surya Lestari, Chairul Anwar Halim, mengatakan bahwa produk sari markisa murni dan sari markisa beku dikhususkan untuk pasar ekspor. "Untuk pasar lokal kami lebih banyak menyediakan sirup markisa," katanya. Dari berbagai produk olahan markisa itu, dia bisa mencetak omzet rata-rata Rp 50 juta per bulan.

Ada juga CV Qualitama Tunas Mandiri, yang menawarkan olahan markisa berupa minuman ringan. Menurut pemilik Qualitama, Zulfi Andri, saat ini produknya hanya didistribusikan di sekitar Sumatera Barat yang dekat dengan pengolahan dan budidaya markisa. Ia berharap, ke depan, distribusi produknya akan lebih luas lagi.

Saat ini, usahanya bisa memproduksi sekitar 1.000 cup per tiga hari dengan harga jual Rp 1.000 ukuran 250 mililiter. Dengan harga jual itu, setiap bulannya Qualitama mengantongi omzet sekitar Rp 10 juta.

Untuk suplai bahan baku, para pebisnis itu mengaku telah bekerja sama dengan kelompok tani. "Biasanya kami memesan markisa setiap minggu," kata Zulfi. Ia telah menjalin kerjasama dengan beberapa kelompok tani, dengan total luas lahan mencapai 80 hektare.

Adapun Chairul menggandeng delapan kelompok tani di Gowa. Total luas lahannya sekitar 100 hektare. Kerja sama bertujuan mengatasi kendala ketersediaan bahan baku. Apalagi markisa adalah buah musiman. "Karena termasuk buah musiman sehingga harganya juga tergantung musim," kata Chairul.

Saat musim panen, harga markisa bisa jatuh di bawah Rp 3.000 per kilogram. "Tapi ketika kosong, harganya bisa naik sampai Rp 15.000 per kilogram," kata Chairul.

Markisa biasanya hanya bisa dipanen setahun sekali. Ketika panen itulah banjir pasokan markisa terjadi. "Kesulitan bahan baku membuat produsen olahan markisa banyak yang hanya buka pas masa panen," imbuh Chairul.

Meski begitu, dia mengaku bisa memproduksi olahan markisa sepanjang tahun. Sebab, ada saja petani yang menawarkan kepadanya. "Sekarang harga belinya sekitar Rp 6.000-Rp 7.000 per kilogram," katanya.

BUDIDAYA TANAMANPASCA PANEN

Tanaman markisa (passifloraceae) berasal dari Amerika Selatan yang beriklim tropis. Saat ini terdapat lebih dari 400 spesies yang mana dari jumlah tersebut sekurang-kurangnya 50 di antaranya dapat dikonsumsi buahnya. Di antara spesies tersebut yang banyak dibudidayakan secara komersial adalah markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims) dan markisa kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa Degner). Nama lain buah markisa di luar negeri adalah passion fruit, granadilla, purple granadilla, yellow granadilla fruit atau meracuja.

Jenis tanaman markisa yang dimaksud dalam lending model ini adalah markisa asam untuk industri yaitu markisa ungu (Passiflora edulis f. edulis Sims)

  1. Lokasi
    Tanaman markisa merupakan tanaman subtropis, sehingga jika ditanam di Indonesia harus di daerah-daerah yang mempunyai ketinggian antara 800 - 1.500 m dpl dengan curah hujan minimal 1.200 mm per tahun, kelembaban nisbi antara 80 - 90%, suhu lingkungan antara 20 - 30oC, tidak banyak angin.

  2. Tanah
    Tanaman markisa dapat tumbuh di berbagai jenis tanah, terutama pada yang gembur, mempunyai cukup bahan organik, mempunyai pH antara 6,5 - 7,5 dan berdrainase baik. Jika tanah tersebut masam, maka perlu ditambahkan kapur pertanian (dolomit). Pada umumnya lokasi yang sesuai untuk tanaman markisa adalah dataran tinggi, sehingga kondisi lahannya banyak yang berlereng. Sebaiknya kemiringan lahan tidak lebih dari 15%, jika lebih harus dibuat terasering untuk memudahkan pemeliharaan tanaman.

  3. Pembibitan
    Jenis tanaman markisa yang umum dibudidayakan oleh petani adalah jenis markisa ungu (edulis), tetapi jenis ini mempunyai batang yang kecil, perakaran yang dangkal dan tidak tahan terhadap nematoda. Jenis lain, markisa kuning (flavicarva) yang mempunyai batang cukup besar, perakaran yang dalam, tahan terhadap nematoda, tetapi buahnya kurang disukai karena rasanya lebih asam dan sari buahnya sedikit. Oleh karena itu telah dikembangkan teknik sambungan antara markisa ungu sebagai batang atas dan markisa kuning sebagai batang bawah. Teknik sambungan tersebut telah dikembangkan di Sulawesi Selatan dan ternyata hasilnya cukup memuaskan.

    Dalam model kelayakan usaha budidaya markisa ini disarankan agar plasma menanam markisa dengan bibit sambungan dan untuk semua besaran teknis yang diberikan berikut ini, ditunjukkan untuk budidaya tanaman markisa.

  4. Pengolahan Tanah
    Sebelum dilakukan penanaman, dilakukan pengolahan tanah, yaitu kegiatan mulai dari land clearing sampai lahan siap tanam. Untuk kegiatan tersebut diperlukan tenaga kerja sekitar 95 HOK per ha. Selanjutnya di buat lubang tanaman dengan ukuran 50 x 50 x 50 cm. Untuk pembuatan lubang tersebut 1 HOK dapat menyelesaikan 30 lubang perhari.

  5. Penanaman
    Jarak tanam yang digunakan adalah 2 x 5 m, yaitu 2 m jarak antara baris tanaman dan 5 m jarak antar tanaman. Dengan demikian jumlah tanamannya adalah 1.000 pohon per ha.

    Tanaman markisa adalah tanaman merambat, untuk itu perlu dibuatkan tiang rambatan. Tiang rambatan dapat dibuat dari pohon hidup, misalnya lamtoro, tonggak kayu atau bambu. Cara rambatan lain dengan menggunakan kawat yaitu diantara dua tiang disambungkan sebuah kawat rambatan yang berdiameter berkisar 3 mm.

    Sesuai hasil penellitian yang dilakukan oleh Sub Balai Penelitian Hortikultura Berastagi, penggunaan tiang rambatan dengan pucuk bambu (tanpa kawat) memberikan pengaruh yang baik terhadap pertumbuhan tanaman markisa serta jumlah buah dan berat buah per pohon dibandingkan dengan tiang rambatan dengan penggunaan kawat (sistem para-para tiang jemuran dan sistem memakai kawat).

  6. Pemupukan
    Pemupukan dilakukan dengan interval 3 kali per tahun pada bulan November s/d Mei. Jenis pupuk yang digunakan adalah pupuk makro, yaitu urea dengan dosis 800 - 900 gram/pohon/tahun, TSP yaitu 60 - 120 gram/pohon/tahun dan KCl dengan dosis 800 - 1.200 gram/pohon per tahun, tergantung dari umur tanaman. Untuk tanah yang masam sebaiknya diberi dolomit dengan dosis 200 - 500 gram per pohon per tahun. Selain itu diperlukan juga pupuk organik yang diberikan dengan dosis 40 kg per pohon per tahun. Pupuk organik biasanya di berikan sebagai pupuk dasar diberikan sebagai pupuk dasar.

    Kebutuhan tenaga kerja yang diperlukan tersebut adalah 8 - 12 HOK per ha per tahun, untuk pemupukan.

  7. Pemeliharaan Tanaman
    Pemeliharaan tanaman yang dilakukan adalah kegiatan penyiangan, pengairan dan pemangkasan tanaman. Penyiangan tanaman dilakukan secara berkala untuk menggemburkan tanah dan mencabut rumput yang ada disekitar tanaman.

    Pembersihan air secara teratur pada tanaman sangat dianjurkan, terutama pada saat tanaman berbunga dan berbuah. Kebutuhan air akan meningkat pada saat mendekati pemasakan buah. Jika pada saat buah itu tanaman kekurangan air, buah akan berkerut dan jatuh sebelum masak.

    Pemangkasan tanaman diperlukan untuk menumbuhkan tunas-tunas baru tempat dimana bunga akan muncul. Kegiatan ini dilakukan segera setelah selesai panen.

    Kebutuhan tenaga kerja untuk perawatan tanaman diperkirakan antara 15 - 18 orang per ha per tahun tergantung dari umur tanaman.
sumber: suara media.com; wikipedia; KSU pointer

9 September 2011

TUMBUH BERSAMA MELALUI KOPERASI

oleh : Raziq Hasan
Manfaat Koperasi yang paling penting adalah untuk membangun kebersamaan dalam peningkatan ekonomi anggota khususnya dan masyarakat ekonomi pada umumnya.

Untuk itu berbagai macam koperasi didirikan yang biasanya didasarkan pada komunitas tertentu yang memiliki ikatan emosional yang sama dan tujuan serta missi tertentu yang sama, ada koperasi pegawai negeri atau swasta, koperasi pelajar, koperasi pedagang, nelayan, petani, masyarakat umum, dan lain-lain. Begitu banyaknya koperasi didirikan sehingga memberi peluang bergeraknya perekonomian nasional.

Unit usaha yang dikelola koperasi juga berbagai macam, tidak terbatas pada usaha simpan pinjam saja. Koperasi yang biasanya bergerak pada unit usaha simpan pinjam (kredit), koperasi konsumsi barang, atau koperasi yang memproduksi barang dan jasa ikut menggerakkan roda perekonomian. Bergeraknya peredaran uang dalam sistem usaha koperasi juga ikut menghidupkan geliat perekonomian.

Prinsip pendirian koperasi adalah sebagai usaha bersama yang ditujukan untuk kemakmuran anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya. Pendirian koperasi juga harus mendapat pengesahan sedagai badan hukum koperasi dari pihak yang berwenang. Sejauh ini koperasi dengan prinsip usaha bersama atas asas kekeluargaan banyak menolong/membantu para anggotanya.

Manfaat koperasi yang tercermin dari tujuannya adalah untuk meningkatkan kesejahteraan anggota baik dalam tataran ekonomi maupun sosial. Kesejahteraan yang erat kaitannya dengan pemanfaatan jasa dari koperasi ikut membantu anggota dalam menghadapi kesulitan terutama yang menyangkut persoalan keuangan.

Sisa Hasil Usaha (SHU) koperasi juga menjadi salah satu elemen penting dalam meningkatkan kesejahteraan para anggota. SHU sendiri dibagikan kepada para anggota koperasi berdasarkan kesepakatan anggota yang biasanya terakumulasi dari penghitungan jasa kepada koperasi. Adapun SHU koperasi adalah pendapatan koperasi yang diperoleh dalam satu tahun buku setelah dikurangi biaya, penyusutan dan kewajiban lain (termasuk pajak ) dan besarnya SHU yang dibagikan kepada masing-masing anggota sebanding dengan jasa yang dilakukan oleh anggota tersebut.

Sebagai badan usaha yang ditujukan untuk kepentingan bersama, kesejahteraan anggota koperasi mutlak harus didahulukan karena anggota koperasi adalah elemen terpenting yang menjadi roda penggerak koperasi.

Walaupun manfaat koperasi sangat dirasakan bagi para anggota, namun kadangkala ada anggota yang tidak bertanggungjawab atau lepas tanggungjawab terhadap koperasi tempatnya bernaung. Yang dimaksud lepas tanggung jawab adalah seperti ketidak jujuran anggota atau pengurus, pengelolaan yang tidak demokratis, kurangnya kesadaran untuk mengembalikan pinjaman, kurangnya kesadaran untuk menghidupkan koperasi demi kelangsungan koperasi itu sendiri. Padahal koperasi dapat tumbuh dan berkembang tergantung pada partisipasi aktif anggota di mana partisipasi menentukan kelangsungan dan berkembangnya lapangan usaha atau unit usaha koperasi. Dengan demikian tanggungjawab berupa kesadaran berkoperasi sangat diperlukan dan menjadi perhatian agar koperasi dapat hidup tumbuh dan berkembang maju.

Kesadaran berkoperasi yang dimaksud antara lain:
  1. keinginan untuk memajukan koperasi,
  2. kesanggupan mentaati peraturan dalam koperasi seperti kewajiban terhadap simpan pinjam,
  3. mentaati ketentuan-ketentuan baik sedagai anggota, pengurus dan badan pengawas,
  4. membina hubungan sosial dalam koperasi,
  5. melakukan pengawasan terhadap jalannya koperasi.
Dalam tata perekonomian Indonesia, fungsi koperasi tertuang dalam Undang-Undang No.25 Tahun 1992 Pasal 4 tentang Perkoperasian, yakni:
  1. membangun dan mengembangkan potensi dan kemampuan ekonomi anggota pada khususnya dan masyarakat pada umumnya untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi dan sosialnya;
  2. berperan serta secara aktif dalam upaya mempertinggi kualitas kehidupan manusia dan masyarakat;
  3. memperkokoh perekonomian rakyat sebagai dasar kekuatan dan ketahanan perekonomian nasional dengan koperasi sebagai soko gurunya;
  4. berusaha mewujudkan dan mengembangkan perekonomian nasional yang merupakan usaha bersama berdasarkan atas asas kekeluargaan dan demokrasi ekonomi.

Fungsi koperasi untuk mencapai tujuan seperti yang dimaksud di atas sulit tercapai apabila koperasi yang dijalankan tidak berdasarkan atas asas kekeluargaan serta gotong royong yang mengandung unsur kerja sama. Agar koperasi dapat berfungsi dan memiliki nilai manfaat bagi anggota dan masyarakat sekaligus menunjang perkembangan perekonomian nasional, maka koperasi perlu mendapat perhatiaan dari pemerintah.
Peranan pemerintah dalam gerakan koperasi antara lain dengan:
  1. memberi bimbingan berupa penyuluhan, pendidikan ataupun melakukan penelitian bagi perkembangan koperasi serta bantuan konsultasi terhadap permasalahan koperasi;
  2. melakukan pengawasan termasuk memberi perlindungan terhadap koperasi berupa penetapan bidang kegiatan ekonomi yang telah berhasil diusahakan oleh koperasi untuk tidak diusahakan oleh badan usaha lainnya;
  3. memberikan fasilitas berupa kemudahan permodalan, serta pengembangan jaringan usaha dan kerja sama.
Peran pemerintah ini penting agar keberadaan koperasi terus berkembang maju. Apalagi isu keberadaan koperasi saat ini berdasarkan tujuan jangka pendek adalah untuk mengurangi kemiskinan dan kebodohan, dalam arti bahwa keberadaan koperasi dapat dimanfaatkan oleh para anggota hingga mereka dan masyarakat tidak kekurangan sandang, pangan maupun papan

USAHA KRIPIK SINGKONG RASA GADUNG MASIH SANGAT MENJANJIKAN

oleh : Raziq Hasan
Keripik singkong atau ketela disukai oleh semua kalangan, tidak pandang usia tua atau muda, tidak pandang kelas kaya atau miskin. Kripik singkong merupakan makanan camilan, yang biasanya disajikan untuk tamu atau sebagai teman ngobrol. Dari pangsa pasar yang luas ini, pengrajin keripik singkong di Indonesia bermunculan. Selain karena proses pembuatannya bisa dilakukan dengan cara tradisional juga bahan dan modal yang dikeluarkan tidak terlalu besar.
Rasa keripik singkong kini juga muncul dalam berbagai pilihan. Mulai dari rasa gurih, manis, asem, pedas, hingga rasa ayam, sapi dan rasa seafood. Dibandingkan dengan kripik talas, kripik singkong lebih banyak disukai. Selain karena kripik talas harganya agak lebih mahal, sebagian orang juga tidak tahan dengan kandungan satnya yang kadang membuat alergi. Sekalipun keripik talas memiliki rasa yang lebih gurih dan renyah dibanding keripik singkong.
Di daerah Sidomukti Jenawi Kab. Karanganyar Jawa Tengah, terdapat produksi keripik singkong dengan rasa gadung ( gadung : sejenis umbi rasanya mirip dengan talas ). Gadung, jika dimakan kalau tidak benar mengolahnya seringkali masih terdapat rasa getahnya. Hal ini bisa mengakibatkan pusing dan gatal di lidah.
Proses pembuatan kripik gadung tentu lebih sulit daripada singkong. Sebelum dimasak gadung harus dilakukan pembersihan getah secara berulang.. Rasa gadung sebenarnya mirip dengan talas yang sudah dikenal oleh masyarakat. Jika anda sudah pernah merasakan keripik talas, mungkin rasa ini sudah tidak asing lagi. Rasa lebih gurih tetapi tidak membuat pahit jika dimakan terus menerus.
Berbeda dengan keripik singkong, jika kita makan dalam waktu lama, mulut akan terasa panas, atau bahkan ada yang terasa pahit. Proses pembuatan kripik singkong rasa gadung ini sebenarnya mirip dengan proses pembuatan keripik singkong pada umumnya, namun dalam hal ini proses yang dilakukan lebih lama terutama dalam masa perendaman dan perebusan. Sehingga rasa dari ketela ini akan hilang sendirinya, dan timbul rasa seperti gadung.

Berikut proses pembuatan kripik singkong rasa gadung :
  1. Ketela atau singkong atau ubi kayu yang sudah diambil, dibersihkan terlebih dahulu, dan dikupas kulitnya.
  2. Setelah itu, ketela ini dirajang dengan mesin perajang, sehingga berbentuk bulat, tipis
  3. Setelah perajangan, ketela tersebut direbus selama beberapa jam ( 1-2 jam )
  4. Kemudian dilakukan perendaman dengan air kapur untuk menghasilkan keripik singkong yang renyah.
  5. Pada proses perendaman ini dilakukan pencampuran bumbu – bumbu sesuai dengan rasa yang diinginkan, bumbu tersebut seperti : garam, bawang, dll.
  6. Setelah itu, ketela kembali dikukus atau di uapkan dengan waktu secukupnya. Hingga terlihat warna agak kekuning – kuningan.
  7. Setelah proses penguapan selesai, baru dilakukan penggorengan.
Rasa ketela akan hilang selama proses perendaman dan perebusan secara berulang – ulang tersebut. Dengan demikian rasa gadung yang hampir tidak memiliki rasa, dapat dimunculkan pada ketela ini. Resep ini dapat Anda jadikan sebagai peluang bisnis yang menjanjikan bagi Anda. Selamat mencoba
Sumber: Bisnis UKM

23 Agustus 2011

FOTOGRAFI: HOBBY DAN PELUANG USAHA

oleh : Raziq H Fatah
Bidang usaha yang tidak pernah mati dan tetap bertahan walaupun krisis melanda adalah usaha yang bergerak di bidang jasa. Tukang pangkas rambut, tukang pijit dan tukang-tukang yang lainnya adalah contoh usaha di bidang jasa.
Rambut pasti tetap tumbuh, badan pegel linu setiap orang pasti merasakan .. Nah demikian juga dengan orang punya hajatan. Entah itu hajatan kawinan, acara kantor, ulang tahun dan lain sebagainya.
Bagi setiap orang setiap momen yang penting sudah dipastikan ingin didokumentasikan sebaik-baiknya. Buat kenang-kenangan katanya. Sebagian orang bilang kenangan adalah segalanya, tapi kok agak berlebihan ya… buat saya lebih tepat … kenangan itu abadi …
Dari hal tersebut, terdapat sebuah peluang bisnis yang cukup menjanjikan. Yaitu bisnis dokumentasi, yang biasanya meliputi fotografi dan video shooting. Mengapa harus foto dan video, karena orang tidak mau pusing dengan mencari dua penyedia jasa dokumentasi, klien biasanya maunya satu paket.
Bagaimana kira-kira seluk beluk usaha ini? Beberapa hal yang perlu disiapkan adalah :

1. Modal
Modal dalam hal ini bisa berarti uang untuk membeli peralatan, atau peralatan yang sudah ada kemudian digunakan. Kalau anda mempunyai hobbi jeprat-jepret dengan menggunakan kamera professional (SLR) anda bisa menggunakannya untuk mencari uang.

2. Sumber daya manusia - SDM
Yang sudah pasti harus ada adalah tukang foto dan tukang video. Pengalaman tidak harus yang sudah advance tapi paling tidak familiar dengan kamera dan paham komposisi.
Familiar dengan kamera artinya ya mengerti teknik dasar memotret. Dari lighting, angle, speed, diagfragma dsb. Sedangkan komposisi berkaitan dengan framing moment karena pada bidang ini lebih banyak foto yang bersifat liputan. Kecuali pada liputan wedding tentu saja ada sentuhan art terutama pada saat foto pengantin berdua baik di pelaminan atau di mini studio.

3. Peralatan
Walaupun termasuk pada bagian modal, tetapi peralatan harus diperhatikan karena ini merupakan senjata utama di bidang usaha ini.
Kamera harus yang professional atau minimal kamera prosummer, tidak mungkin memotret dengan menggunakan kamera poket. Sedangkan untuk video kamera sebaiknya menggunakan kamera panggul, karena untuk orang Indonesia, tampilan adalah segalanya. Anda akan dicibir ketika men-shoot dengan menggunakan handycam, walaupun kamera video mempunyai kemampuan baik.
Selain itu dibutuhkan pula peralatan pendukung lain seperti flash (blitz), lampu video, softbox, background serta pernak-pernik lainnya yang akan dibahas di bagian lain.

4. Marketing
Persiapan selengkap apapun tidak akan ada gunanya bila keberadaan anda tidak diketahui orang. Jadi untuk mendapatkan order mendokumentasikan sebuah acara, anda harus rajin berpromosi maupun bekerja sama dengan pihak lain, seperti EO, tukang rias, catering, dekorasi sampai tukang tenda kalau perlu anda ajak bekerja sama. Untuk saat ini, marketing juga bisa dilakukan melalui internet. Bergabunglah dengan komunitas (forum) di internet yang berhubungan dengan kebutuhan jasa dokumentasi, atau perlu beli space di situs terkenal untuk mempromosikan anda. Lebih bagus lagi buatlah website, blogg atau semacamnya agar sampel ataupun portfolio anda bisa dilihat orang.

5. Daftar Harga
Hal ini penting karena pada akhirnya orang akan melihat berapa harga yang anda tawarkan. Untuk itu, anda harus bisa membuat packages yang menarik. Baik dari segi harga maupun produknya. Kemudian jangan terlalu kaku dengan harga yang anda patok, bisa nego, karena kemampuan calon client juga berbeda-beda.
Kiranya demikian dulu pada bagian ini, dan pada bagian selanjutnya akan kami kupas satu persatu.

Dari berbagai sumber

SABAR DAN ULET DENGAN DONUT DAN BROWNIES, SUGIMIN SUKSES

Dikirim oleh : Raziq H Fatah
SABAR dan ulet dalam menapaki lika-liku perjalanan hidup yang terkesan serba susah, pada akhirnya akan selalu membuahkan kemenangan dalam perjalanan yang memang melelahkan dalam memperjuangkan nafkah keluarga. Sikap positif inilah yang diperlihatkan Sugimin, pria usia 38 tahun, dalam berusaha menafkahi keluarga, selepas dirinya di-PHK perusahannya di tahun 1996.

Sempat bekerja serabutan, kemudian dia mencoba peluang usaha berskala home-industry dengan memproduksi kue brownis dan kue donut. Kue-kue olahannya kemudian dipasarkan dengan cara dititipkan ke warung-warung rokok dan minuman dengan harga jual eceran per-buahnya Rp 1.000.

Ternyata, lambat-laun usahanya ini membuahkan hasil positif, semakin lama semakin banyak pembelinya, sehingga dia pun mulai meraih keuntungan lumayan.

Sugimin menuturkan, kini dia bisa mempekerjakan 3 karyawan yang diupah harian untuk membantu produksi brownis dan donut, di rumahnya lingkungan RT 03/04, Kampung Kelapa, Kelurahan Kelapa Indah, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang.

Setiap harinya, dia bisa memasok sebanyak 480 potong brownis dan 100 kue donut, yang dikirim secara bergiliran ke-80 warung rokok dan minuman yang berlokasi di Kecamatan Tangerang, Kecamatan Karawaci, dan Serpong. Dalam sehari produksinya dibutuhkan bahan baku antara lain 25 kg tepung terigu, 7 kg telur ayam, 7 kg gula pasir, 15 kg mentega, dan 3 kg cokelat meses.

Dari hasil usaha yang baru digeluti 3 tahun terakhir ini, Sugimin setiap harinya meraih laba kotor Rp 232 ribu. Menggunakan 1 unit sepeda motor milik pribadinya, selepas mengawasi produksi brownis dan donat anak buahnya, dia berkeliling mengantarkan produksi rumahtangganya ke setiap warung yang secara bergiliran dalam 3 hari sekali.

Di tengah harga bahan baku kue yang tak stabil, dia berharap usahanya bisa langgeng. Semoga

Sumber: Megapolitan pos

22 Agustus 2011

PELUANG USAHA: JADI KAYA BERSAMA SRIKAYA

Oleh: Raziq Hasan
Tanaman srikaya sangat cocok tumbuh di Indonesia dengan matahari yang terik sepanjang tahun. Tanaman ini telah ditanam oleh para pendahulu kita sebagai tanaman perdu yang mengisi pekarangan rumah. Hampir seluruh kampung di Indoensia mengenal tanaman ini. Namun budidaya tanaman srikaya belum banyak dilakukan kecuali sekadar tanaman perdu yang tidak dikelola dengan baik.
Mengingat buahnya yang segar dan menyehatkan disamping khasiatnya yang ternyata dapat menyembuhkan berbagai penyakit budidaya tanaman srikaya sangat potensial untuk dikembangkan dalam skala produksi yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Madura, dengan kondisi tanah yang kering sangat cocok budidaya srikaya.

NAMA TANAMAN SRIKAYA
Sumatera: delima bintang, serba bintang, sarikaya, seraikaya. Jawa: sarikaya, srikaya, serkaya, surikaya, srikawis, sarkaja, serakaja, sirikaja. Madura : Sorkajeh. Kalimantan: sarikaya. Nusa Tenggara: sirkaya, srikaya, garoso, ata. Sulawesi: atis soe walanda, sirikaya, sirikaja, perse, atis, delima srikaya, srikaya. Maluku: atisi, hirikaya, atis. Nama Asing: Pan li zhi (C), custard apple, sugar apple, sweetsop (I), noinaa (T), kaneelappel, attier, pomme canalle, zuckerapfel.
PROFIL TANAMAN SRIKAYA
Perdu sampai pohon, berumah satu, berkelamin banci, tinggi 2--7, m. Batang gilik, percabangan simpodial, ujung rebah, kulit batang coklat muda. Daun tunggal, berseling, helaian bentuk elips memanjang sampai bentuk lanset, ujung tumpul, sampai meruncing pendek, panjang 6--17 cm, lebar 2,5--7,5 cm, tepi rata, gundul, hijau mengkilat. Bunga tunggal, dalam berkas, 1--2 berhadapan atau di samping daun. Daun kelopak segitiga, waktu kuncup bersambung seperti katup, kecil. Mahkota daun mahkota segitiga, yang terluar berdaging tebal, panjang 2--2,5 cm, putih kekuningan, dengan pangkal yang berongga berubah ungu, daun mahkota yang terdalam sangat kecil atau mereduksi. Dasar bunga bentuk tugu (tinggi). Benang sari berjumlah banyak, putih, kepala sari bentuk topi, penghubung ruang sari melebar, dan menutup ruang sari. Putik banyak, setiap putik tersusun dari 1 daun buah, ungu tua, kepala putik duduk, rekat menjadi satu, mudah rontok. Buah majemuk agregat, berbentuk bulat membengkok di ujung, garis tengah 5--10 cm, permukaan berduri, berlilin, bagian buah dengan ujung yang melengkung, pada waktu masak sedikit atau banyak melepaskan diri satu dengan yang lain, daging buah putih keabuabuan. Biji dalam satu buah agregat banyak hitam mengkilat. Asal usul Amerika tropis.
IHWAL PERTUMBUHAN
Waktu berbunga Januari -- Desember. Tumbuh di dataran rendah sampai ketinggian 1000 m dpl, terutama pada tanah berpasir sampai tanah lempung berpasir dan dengan sistem drainase yang baik pada pH 5,5--7,4. Tumbuhan ini menyukai iklim panas, tidak terlalu dingin atau banyak hujan. Tumbuh baik pada berbagai kondisi tanah yang tergenang dan beradaptasi baik terhadap iklim lembab dan panas. Tumbuhan ini tahan kekeringan dan akan tumbuh subur bila mendapatkan pengairan yang cukup. Di Jawa ditanam sebagai tanaman buah. Perbanyakan dapat dengan biji dan pencangkokan. Ditanam dengan jarak tanam 4x3 meter. Kelebatan pertumbuhan dan hasil buah dapat dijaga dengan pengaturan pengairan, pemupukan dan pemangkasan yang baik. Tanaman mulai berbuah pada umur 1--2 tahun dan untuk mendapatkan hasil yang maksimal tidak dilakukan pemangkasan. Buah lebat dicapai setelah tanaman berumur 3--4 tahun. Pemanenan dilakukan pada saat buah berwarna kekuningan atau sekitar 110--120 hari setelah berbunga.
HAMA DAN PENYAKIT
Hama yang umum dijumpai adalah kutu dari jenis Planococcus spp., Amblypelta spp. dan Parasa issetia spp. serta Ialat buah Dacus spp. Jenis penyakit yang penting adalah busuk akar yang disebabkan oleh bakteri (Pseudomonas solanacearum). Penyakit pada buah adalah kanker hitam (Phomopsis spp), pembusukan (Botryodiplodia spp. dan bercak ungu Phytophthora spp). Namun demikian dapat diatasi dengan penyemprotan yang teratur menggunakan manozeb atau copper oksikhlorid.
MANFAAT
Buah dapat dikonsumsi sebagai makanan yang menyehatkan. Rasanya manis gurih. Bagian tanaman yang dapat digunakan sebagai obat, yaitu daun, akar, buah, kulit kayu, dan bijinya.
Daun digunakan untuk mengatasi:
batuk, demam, reumatik, menurunkan kadar asam urat darah yang tinggi, diare,
disentri, rectal prolaps pada anak-anak, cacingan, kutu kepala, pemakaian luar untuk borok, luka, bisul, skabies, kudis, dan ekzema.
Biji digunakan untuk mengatasi:
pencernaan lemah, cacingan, dan mematikan kutu kepala dan serangga.
Buah muda digunakan untuk mengatasi :
diare, disentri akut, dan gangguan pencernaan (atonik dispepsia).
Akar digunakan untuk mengatasi:
sembelit, disentri akut, depresi mental, dan nyeri tulang punggung.
Kulit kayu digunakan untuk mengatasi:
diare, disentri, dan luka berdarah.

CARA PEMAKAIAN UNTUK PENGOBATAN
Untuk pemakaian luar, rebus daun dan airnya, lalu gunakan untuk mencuci luka dan borok. Selain itu, dapat juga dilakukan dengan menggiling bijinya menjadi bubuk, gunakan untuk membasmi kutu kepala, kutu anjing, dan serangga. Gunakan buah masak untuk mengobati bengkak karena memar dan abses.
Untuk mengobati Borok, bisul keras
Cuci daun segar secukupnya, lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit garam, lalu gunakan ramuan ini untuk menurap borok atau bisul dan balut. Dalam sehari, ganti 2--3 kali.
Mematangkan bisul
Ambil isi buah yang sudah masak, lalu giling halus. Tambahkan sedikit garam sambil diaduk merata, turapkan pada bisul, lalu balut dengan kain kasa.
Tiba-tiba pingsan, menenangkan penderita histeris:
Cuci daun segar secukupnya, lalu tumbuk sampai halus. Dekatkan gilingan daun tadi pada hidung penderita agar baunya terhisap oleh penderita.
Membasmi kutu anjing:
Mandikan anjing yang berkutu dengan air rebusan daun atau biji srikaya.
Caranya, tumbuk halus daun atau biji srikaya, tambahkan air secukupnya, lalu saring airnya dan gunakan untuk memandikan anjing.
Mematikan kutu kepala:
Cuci biji srikaya (10 butir) dan daun srikaya segar (1 genggam), lalu giling sampai halus. Tambahkan sedikit minyak kelapa, lalu aduk merata. Turapkan pada kulit kepala, lalu bungkus dengan kain. Setelah tiga jam, buka dan cuci sampai bersih. Jangan sampai bilasan air masuk ke mata karena dapat menyebabkan iritasi dan meradang.
Cacingan pada anak
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu rebus dengan lima gelas air sampai tersisa tiga gelas. Setelah dingin, saring dan minum tiga kali sehari, masing-masing satu gelas.
Gangguan pencernaan
Cuci daun srikaya segar secukupnya, giling sampai halus, lalu tambahkan minyak kelapa secukupnya. Tempelkan pada perut.
Diare
Cuci kulit batang srikaya (6--10 g), potong kecil- kecil, lalu tambahkan gula merah secukupnya. Rebus dengan empat gelas air sampai tersisa separuhnya. Setelah dingin, saring dan minum dua kali sehari, masingmasing satu gelas.
Kudis
Cuci daun srikaya segar (15 lembar), lalu giling sampai halus. Remas dengan air kapur sirih sebanyak satu sendok teh dan gunakan untuk menggosok kulit yang kudis. Lakukan sehari dua kali.
Catatan
Ibu hamil dilarang minum rebusan biji buah srikaya.
Hati-hati jika minum rebusan biji, kulit kayu, dan akar srikaya karena mengandung racun.
Hanya digunakan dibawah pengawasan herbalis berpengalaman.
sumber: Info IPTEK