selamat hari raya idul fitri 1432 H. Minal Aidzin wal faidzin. Mohon maaf lahir dan batin. mari kita galang silaturahim untuk meyatukan gagasan demi kemajuan prenduan . hanya itulah bentuk terima kasih bagi tanah kelahiran yang telah membesarkan kita
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label wisata. Tampilkan semua postingan

19 Agustus 2011

RUMAH MAKAN DAN PAKAIAN DALAM

oleh: raziq h fatah
Setelah sekitar 3 jam perjalanan darat dengan bus ke arah Selatan dari Paris Perancis, sampailah kami di Kota Dijon/Bourgogne/Burgundy. Sebuah kota tua penghasil anggur terbaik di dunia. Disini juga berdiri Bourgogne University, salah satu institusi pendidikan terbaik di Prancis bidang Teknologi Informasi khususnya spesialisasi image processing. Disini kami akan tinggal selama 10 hari untuk kegiatan seminar dan studi banding pengelolan laboratorium komputasi.

Setelah check in terlebih dahulu di hotel Companile, hotel klasik yang terletak tidak jauh dari staisun kereta api. Kami diundang makan malam teman kami yang sedang studi di sana. Kami usulkan cari menu nasi yang tidak jauh beda dengan selera kita Indonesia. Sudah satu minggu sejak dari Belanda kami selalu disuguhi roti dan keju. Teman kami maklum. Maka diajaklah kami ke restoran La Part des Anges, namanya. Rumah makan ini menjaja makanan khas Spanyol: Nasi paela, sejenis nas
i kuning yang dicampur dengan beragam makanan laut: udang, cumi, kerang dan bekicot laut. Bagi kami, lidah Indonesia, makanan itu sangat Asia, kaya rempah, gurih dan lezat. Teman kami bergumam. Ini baru namanya makan..hehe

Namun sebagaimana kita tahu, bahwa menjaja makanan tidak melulu perkara rasa. Tapi juga nuansa atau suasana tempat. Rumah makan itu sederhana. Langit-langit agak rendah dan hanya ada dua meja panjang dan empat meja segi empat kecil cukup untuk empat orang. Namun suasana yang ditampilkan sangat tidak lazim, keluar dari paras teoritik arsitektural dan tak dapat kami jangkau pikiran apa di balik kreativitas itu. Bagi benak kami, Indonesia dan budaya Timur, rumah makan ini sangat tidak santun. Dengan cara yang sangat ekstrem underware bekas pakai-beberapa diantaranya sobek-sobek- digantung di seutas tali seperti sedang dijemur melintang tepat di atas meja makan tempat kami makan.

Tapi kami tidak terlalu risau dengan pemandangan itu. Kami lahap saja makanan yang disaji hingga tak tersisa. Justru kami tertawa riuh sambil kelakar jangan-jangan underware itu bekas para artis yang pernah berkunjung ke restoran ini? (konon Celine Dion dan Angelina Jolie pernah makan di tempat ini). Dan bagi kami, suasana itu terus mengundang tanya dan menjadikan pemandangan itu sebagai bahan pembicaraan kami tentang keterkaitannya dengan persoalan semiotica dalam arsitektur. Kalau secara terotik, ketersusunan ruang sebuah rumah makan selalu mencitrakan selera rasa artistik dan keahlian peraciknya. Dan karenanya mereka sibuk bersekongkol dengan arsitek mencari tema-tema konsep penataan ruang: clasical estetuta, etnostyle, sense of place, clean and simpe, functional configuration, juxtaposition, back to nature dan sebagainya. Di rumah makan Spanyol ini tidak menampakkan keterkaitan teoritik itu. Justru secara kontradiktif dan sangat berani menyajikan kekumuhan, kesederhanaan dan jorok. Tetapi, barangkali inilah kekuatannya. Satu upaya deklarasi konsep “dekonstruksi arsitektur” yang berkembang pascamodernism, sekalipun dengan tafsir keliru. Cara lain penandaan (signifier) untuk menorehkan kesan dan memancing keingintahuan yang nantinya akan ditebarkan oleh para pengunjung yang telah pernah datang.

Ketaklaziman berbuah keingintahuan dan jebakan. Maka datang ke rumah makan itu akhirnya bukan untuk sekadar makan tapi lebih dari itu ingin melihat bagaimana pesona the second hand underware …!

Pour notre ami à Dijon: Mas Sunny, Iqbal, Dibyo et Elfitrin. Underware est-elle encore disponible? Vu et commentaire s’il vous plaî…!! (Untuk teman yang di Dijon. Masihkah underware itu tetap tergantung? Kasih kabar ya...!!)

17 Agustus 2011

KALDU KOKOT KACANG IJO ASLI MADURA

Madura selama ini lebih dikenal sebagai pulau penghasil garam, tanahnya gersang dan tandus serta masyarakatnya yang bertemperamen keras. Tak banyak berita tentang pesona keindahan, keramahan dan kenikmatan menu makananya.
Pesona yang paling populer hingga ke manca negara mungkin hanya lomba kerapan sapi dan yang mulai berkembang juga adalah sapi sonok. Pesona lain yang terkenal dalam bidang kuliner adalah soto dan sate madura.
Wisata Kuliner lain sebetulnya masih sangat banyak yang khas dan jarang ditemui di tempat lain. Salah satunya adalah kaldu kokot kacang ijo. Makanan ini berupa kaldu kacang ijo yang memiliki aroma yang khas dan gurih. Kokot adalah kikil dalam bahasa Madura. Kokot kaldu kacang ijo yang paling terkenal adalah warung Pak Adnan di daerah kampung Damala Kelurahan Pejagalan Sumenep. Persis di belakang Museum Sumenep. Harganya juga relatif murah. Sekali waktu cobalah. Pasti anda akan ketagihan ..
Nah kalau di Prenduan, salah satu desa di Sumenep yang terkenal semasa kecil saya adalah : Kaldu Buk Suyyimah, Kaldu Buk Rusdah dan Kaldu Bu Lawiya. Apakah sekarang masih ada? Ayo taretan yang di Prenduan kasih kabar. Sebentar lagi lebaran. Barangkali cocok buat nostalgia.

CARA MEMBUAT KALDU KIKIL KACANG HIJAU
Bahan :
·         200 gram kikil sapi
·         500 gram ml air kaldu kikil (rebusan yang kedua)
·         100 gram kacang hijau, rendam selama 1 jam
·         3 sdm minyak untuk menumis

Haluskan :
·         4 butir bawang merah
·         2 siung bawang putih
·         ½ sdt merica butiran
·         ½ biji pala
·         2 cm jahe
·         Garam secukupnya
·         Bawang merah untuk taburan

Sambal kacang :
·         50 gram kacang tanah, goreng
·         1 sdm petis ikan
·         3 sdm air panas

Cara membuat :
·         Rebus kikil sampai mendidih angkat an buang airnya. Ganti dengan air yang baru. Rebus kembali sampai kikil empuk. Angkat. Lalu ambil kaldunya. Potong-potong kikil menurut selera. Sisihkan
·         Rebus kacang hijau bersama air perebusnya sampai air habis dan kacang matang merekah. Sementara itu tumis bumbu halus sampai harum dan matang. Angkat dan masukkan kedalam kacang hijau. Beri kaldu kikil, kemudian masak dengan api kecil sambil diadu sampai bumbu meresap dan kental. Angkat
·         Sambal kacang : haluskan kacang goreng, beri petis