5 Maret 2013
KAMASUTRA
23 Agustus 2011
BEREBUT ZAKAT
Orang luar Prenduan pernah bertanya pada seorang tokoh Prenduan. "Tanah di utara Prenduan tanah tidak produktif sedang lautnya tidak lagi menjadi mata pencaharian utama masyarakat Prenduan, tapi mengapa keadaan ekonomi masyarakat Prenduan cukup mapan, hal ini terlihat dari tidak adanya rumah gedek dari sekian banyak rumah yang berimpitan di Prenduan.Benar ! Sewaktu saya masih kecil, para bos pedagang tembakau setiap tahun di akhir bulan Ramadhan seperti sekarang ini, mereka mengumpulkan orang fakir miskin Prenduan di rumahnya untuk diberi zakat, persis seperti yang sering diberitakan di TV akhir-akhir ini. Saya kadang ketawa sendiri melihat berita rebutan zakat di TV, karena saya di waktu kecil sering merasakan bagaimana sengsaranya berebut zakat seperti itu, hemm.
Para tokoh ulama Prenduan waktu itu terkesan merestui sehingga membiarkan para muzakki berzakat model begitu. Alasannya sama dengan alasan menjemput jama'ah haji pakai mobil rame-rame, yaitu untuk syiar Islam.
Ketika tokoh muda mulai berperan, mereka berusaha mengubah model zakat seperti itu dengan cara mendirikan BAZIS (Badan Amil Zakat Shadaqah dan Infaq). Tapi apa yang terjadi ? Para muzakki merasa kurang sreg jika zakat mereka dikelola BAZIS, sehingga akhirnya BAZIS itu tidak jalan. Apa BAZIS Masjid Gemma sekarang jalan ? Hanya taretan Prenduan yang tahu jawabannya.
Zakat kalau dikelola dengan benar memiliki potensi yang cukup besar untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat Prenduan. Karena itu sayang sekali kalau potensi zakat tidak atau kurang diberdayakan.
Mentri Pertanian RI yang pertama pernah bertanya kepada sekjennya.
Mentri : "Kalau kamu punya uang Rp 1000,00 kemudian kamu sedekahkan Rp 100,00 berapa sisa uangmu?"
Sekjen : "Ya tersisa Rp 900,00!".
Mentri : "Salah ! Yang benar uangmu tinggal Rp 100,00!"
Sekjen : "Lho kok bisa ?"
Mentri : "Uang yang Rp 900,00 yang ada di kantongmu itu akan jadi sampah kalau dibelikan barang dan akan jadi kotoran kalau dibelikan makanan. Tapi uang kamu yang Rp 100,00 yang kamu sedekahkan dengan ikhlas itu akan tetap menjadi milik kamu sampai kamu mati dan hidup kembali nanti !!"
Jadi harta sebenarnya yang kita miliki adalah harta yang kita sedekahkan atau kita zakatkan dengan ikhlas, sedangkan harta yang mejeng di rumah akan ditinggalkan dan bukan lagi milik kita saat kita meninggal dunia.
Zakat itu kotoran, karena itu orang yang senang menerima zakat berarti dia senang menerima kotoran. Dan orang tidak mau berzakat berarti ia senang memelihara kotoran pada hartanya.
Ngireng taretan prenduan se mampu azakat, ngireng ja'man-eman kaangguy aberse'en harta badan panjenengan melalui zakat, sabab zakat se epakalowar menangka bakal daddi kaagungnah panjenengan dhibi'.
MADURA DALAM IMAGINASI ORANG PRENDUAN
By : Mohammad Rusli Djamik
Selain sebutan tersebut, Madura juga mendapat julukan pulau seribu pesantren karena hampir setiap desa di Madura berdiri pesantren-pesantren. Inilah sekelumit potensi pulau garam yang tersimpan.
Dalam tubuh bumi nusantara, Madura adalah sekerat daging yang bernunjang system organ tubuh Indonesia. Meskipun secuil namun yang namanya Madura tidak hanya memanjang dari barat sampai ke timur yakni dari Sambilang sampai ke Dungkek, sebab Madura adalah kepulauan bukan hanya pulau. Selain pulau Madura daratan masih terdapat kurang lebih 60-an pulau, seperti Pulau Mandangil, Gili Genting, Gili Raja, Poteran, Gili Iyang, Sepudi, Raas, Tonduk, Guwa-guwa, Komereyan, Kangean, Sapeken, Pagerungan Besar, Masalembu, Palayat, Sapanjang dan diujung timur sendiri adalah Sakala.
Selama ini yang menjadi ikon budaya Madura adalah “Kerapan Sapi”. Semua orang sudah tahu. Namun sebenarnya masih banyak potensi tersimpan yang belum di munculkan oleh kita. Seperti penampilan kesenian pantil, gambus, hadrah, pencak silat, topeng gentang, pesta kesenian potong padi yang disebut “Pangkak” yang hanya ada di pulau Kangean dan keunikan-keunikan budaya yang ada di pulau-pulau kecil tersebut. Selain itu sebut saja kerajinan ukiran kayu khas Madura yang katanya pengamat berciri khas; kaku, kasar tapi manis dan pengrajin ukiran tersebut sampai sekarang masih bertahan di Madura seperti di Desa Karduluk Kecamatan Pragaan. Kerajinan batik khas Madura yang terkenal sampai ke manca negara yang berciri khas unik seperti di Tanjungbumi, Pamekasan, Pakandangan Sumenep yang masing-masing memiliki kekhasannya tersendiri.Yang tak kalah mahalnya juga potensi alamnya. Madura tidak hanya identik dengan Pantai Slopeng, Lombang, Pantai Nepa, Jumiang dan lainnya. Seperti potensi alam bawah laut di Pulau Kangean dengan panorama alam bawah laut yang indah serta masih belum terusik tangan kotor manusia. Kata sementara orang menyebut tidak kalah dengan keindahan bawah laut taman “Bunaken”.Potensi budaya bernuansa agamis, yang bisa dikembangkan seperti Pasarean KH.Kholil Bangkalan, Pasarean di Batuputih, Pasarean Syeh Yusuf Di Poteran, Pesarean Asta tinggi di kota Sumenep, Pasaean Adi poday di Sepudi.
Hanya sayangnya dalam decade terakhir ini banyak sekali keunikan-keunikan budaya Madura yang digusur oleh orang Madura sendiri, seperti arsitektur atau model rumah orang Madura yang berkarakter dan spesifik diganti dengan model Spayol dan lainnya. Kalau ini tidak ada yang memprakarsai untuk terus memberi kesadaran pada orang Madura maka lambat laun Madura tidak punya identitas arsitektur. Budaya “Tanean Lanjang” yang juga salah satu ciri khas budaya Madura sampai saat ini bisa dibilang sudah punah kecuali mungkin masih ditemui di tempat tertentu saja. Berbeda dengan orang Bali, orang Pulau Nias meskipun benturan dengan nilai-nilai budaya luar sangat kuat tetapi mereka tetap sangat kuat mempertahankan nilai budaya nenek moyangnya.Ini contoh kecil saja, tetapi yang penting mulai sekarang bagaimana masyarakat Madura menjadi orang yang tetap menghargai warisan nenek moyangnya, sehingga nanti jika para pelancong berkunjung ke Madura benar-benar melihat Madura yang spesifik, unik, lain dari pada yang lain.
Potensi-potensi tersebut perlu dikemas lebih professional lagi agar para wisatawan bisa tertarik untuk datang ke Madura. Penanganan yang kurang professional dalam mengelola obyek wisata hanya akan menghasilkan obyek turis yang terbatas. Profesionalisme tentu identik dengan dana atau modal.
Oleh karena itu dibutuhkan investor yang punya komitmen tinggi bagi pengembangan wisata di Madura. Tentu ini menjadi tanggung jawab orang Madura sendiri, siapa lagi kalau bukan kita. Tetapi kalaupun orang Madura tidak ada yang sanggup menanganinya, maka perlu joint dengan investor dari luar bahkan bisa dari manca negara untuk menggarap Pulau Madura supaya menjadi pulau pariwisata seperti Bali.
Pikiran untuk menjadikan Madura sebagai pulau wisata bukan sesuatu yang mustahil, apalagi jembatan “Saramadu” telah menyambungkan Jawa dengan Madura. Ditambah dengan program strategis untuk menjadikan kawasan jembatan sebagai kawasan industry strategis berskala nasional dan intenasional.
Hanya yang menjadi pertanyaan besar sekarang adalah bagaimana nantinya Madura tetap beridentitas kemaduraannya dan bagaimana orang Madura tidak tercerabut dari akar budayanya. Karena mau atau tidak pasti dampak negative dari turisme tersebut pasti terjadi. Sementara disisi lain kesiapan orang Madura baik secara sosial, pendidikan, kesehatan masih rendah terutama yang berada di pedesaan, akan timbul permasalahan khususnya yang menyangkut moralitas.
Untuk menuju hal tersebut, perlu upaya dengan cara melakukan studi kelayakan, penelitian dan kajian yang didasari niat semata-mata untuk mengakat harkat masyarakat Madura dalam berbagai sector kehidupan khususnya dari potensi pariwisata. Semoga !
(Prenduan, 7-5-2010)
22 Agustus 2011
FENOMENA POS MODERNISME
Oleh :Mohammad Rusli Djamik
Ada fenomena menarik di sepanjang jalan prenduan atau di tempat lain di Madura, pada saat merayakan hari kemerdekaan dan hari ulang tahun kota mereka masing-masing sejak lima tahun terakhir, yakni suasana serba ‘doeloe’ mulai dari pakaian yang dikenakan oleh pejabat sampai komponen masyarakat yang lain, gambar atau foto kota, jajanan (seperti nasi jagung, dan sebagainya), minuman, pakaian yang serba tradisional, pentas hiburan hingga warung-warung yang menjual makanan. Semuanya menggambarkan keadaan mereka tempo dulu. Animo masyarakat sangat antusias. Banyak warga kota berbondong-bondong untuk melihat agenda tahunan yang diselenggarakan oleh pemerintah tersebut. Tidak sedikit warga luar kota juga datang menyaksikan peristiwa unik tersebut.
Entah apa ihwal yang melatarbeIakanginya, tetapi rasanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa ide penyelenggaraan kegiatan itu cukup baik. Masyarakat merasa terhibur dan untuk sementara waktu sebagai penghibur dan bisa melupakan persoalan-persoalan rutin setiap harinya yang sedang dihadapi.
Prenduan "bakto lamba'" diformat dalam suasana serba kuno dengan berbagai karaktersitiknya dengan aneka ragam makanan tradisional dengan setting suasana tradisional/pedesaan. Aneka makanan tradisional dan suasana ‘desa’ itu bukan sekadar makanan untuk dinikmatiya, tetapi juga di dalamnya aspek sosial budaya. Makanan bisa berceritera tentang status sosial pemakannya dan kondisi keluarga serta lingkungannya. Sebagai orang desa yang sudah sekian lama menikmati hidup “kemodernan”, saya selalu ingin mencicipi makanan kesukaan saya diwaktu kecil dulu. Serabi pisang dengan biddhang poka’. Ketika menikmati makanan tersebut memori masa kecil saya di desa puluhan tahun lalu tiba-tiba hadir kembali. Suasana bermain di desa ketika itu terbayang sangat jelas dan semuanya masih terekam dalam memori kolektif saya.
“Kehidupan adalah siklus”, demikian kata orang bijak. Orang yang terbiasa hidup tradisonal di desa ingin suatu kali menikmati suasana kemodernan kehidupan kota. Sebaliknya, yang terbiasa dengan kehidupan kota yang serba ‘modern’ suatu saat ingin kembali menikmati suasana hidup pedesaan. Rasa ingin kembali ke masa lalu sejatinya manusiawi saja. Biar sudah hidup di serba canggih dan menjadi pejabat atau orang terkenal, kita tetap orang 'loar prenduan' yang suatu saat ingin kembali ke akarnya (desa), karena sebagian besar wilayah kita adalah pedesaan.
Kerinduan terhadap masa lalu ingin dihadirkan. Ribuan warga kota tuplek blek menikmati suasana romantisme masa ‘lamba'’ tersebut. Setelah sehari-hari berkenalan dengan makanan dan suasana ‘modern’, toh akhirnya mereka rindu juga dengan masa lalu. Dengan bernostalgia mengenang masa lalu tidak berarti kita menjadi ‘oreng dhisah’. Kita tetap bisa mengikuti kehidupan modern, tanpa kehilangan rasa empati terhadap hal-hal tradisional. Menurut saya menjadi modern memang bukan berarti melupakan masa lalu, tetapi lebih berupa sikap hidup yang mengedepankan rasioanalisme.
Melihat peristiwa tersebut, muncul pertanyaan, gejala apatah ini? tentu ini fenomena post-modernisme? Apa itu post-modernisme? Di kalangan kaum intelektual, berkembang suatu cara berpikir dalam memandang fenomena budaya yang disebut ‘post-modernime’. Cara berpikir ini memberikan ruang cukup lebar kepada siapa saja yang sudah merasa muak atau setidaknya bosan terhadap pola kehidupan modern yang serba seragam, teratur, tertata, monoton, totaliter, rasional, dan kapitalistis sebagaimana kita rasakan selama ini. Orang-orang yang sudah merasa tidak nyaman dengan keadaan seperti itu merasa mendapat perlindungan dari cara berpikir post-modernisme. Bahkan orang-orang yang selama ini terpinggirkan secara struktural dan sosial merasa terlindungi oleh payung post-moderisme.
Promotor gerakan pemikiran ini adalah para filsuf Perancis seperti Foucault, Lyotard, Derrida, dan Deleuze. Oleh Baudrillard, Rorty, dan Maclntyre. Cara berpikir baru ini dijadikan sebagai sebuah paradigma atau cara pandang untuk memahami gejala sosial dan budaya. Gerakan pemikiran post-modernisme sebenarnya merupakan upaya untuk mendelegitimasi modernitas yang mengandung suatu utopia atau cita-cita kemajuan (progress) sebagai dasar untuk mengukur perjalanan sejarah kehidupan. Di dalam utopia tersebut terdapat dua macam aliran pemikiran besar yang saling kontras, yakni Marxisme dan liberalisme. Marxisme melahirkan sistem politik komunisme dan liberalisme melahirkan sistem kapitalisme. Dari dua aliran pemikiran besar tersebut, dalam praktiknya komunisme tidak mampu bertahan seiring dengan runtuhnya Uni Soviet dan Negara Eropah Timur, kendati nilai-nilainya sebagai paham tetap saja hidup hingga saat ini.
Bagaimana pun harus diakui bahwa dua aliran pemikiran tersebut telah menjadi komando atau arah perubahan sosial. Kehidupan kapitalis telah menjadikan masyarakat materialistis yang mengukur kemajuan dari sisi kebendaan dan kepemilikan material. Lewat alam pemikiran post-modernsime sekat-sekat kepemilikan secara material dihapus. Post-modernisme mengedepankan kebersamaan dan menghilangkan praktik hegemoni kekuasaan. Sebab, di mata post-modernisme praktik kekuasaan melahirkan golongan yang terpinggirkan atau termarginalisasi. Tentu saja post-modernisme sangat dibenci oleh kalangan yang sudah mapan dan mempraktikkan kekuasaannya dengan leluasa.
Aktualisasi yang serba ‘Bakto lamba'’ telah memberikan gambaran bahwa hal-hal yang serba teratur, seragam, hegemonik, dan sejenisnya tidak bisa langgeng. Kehadiran berbagai makanan ala pedesaan yang serba tradisional telah menepis angapan bahwa makanan ala jajan pasar hanya makanan warga pedesaan dan kelas bawah. Lewat acara seremoni yang bernuansa masa ‘lamba'’ aneka ragam makanan desa itu dihadirkan dan dikonsumsi oleh kalangan pejabat/menengah ke atas. Menghadirkan rasa ‘lalu’ dan dalam suasana tidak formal, tidak diatur, tidak seragam, tidak dikomando, tidak ada kelas-kelas sosial sehingga semuanya tumpkek blek dalam arena panggung hiburan adalah gambaran jelas praktik post-modernisme.
Seiring dengan pertumbuhan kota yang demikian pesat, warga kota telah merasa hidup dalam suasana ‘urban’. Aneka fasilitas umum serba modern menjadikan masyarakat merasa jenuh.
Di tengah-tengah suasana ‘perubahan’ itu, warga modern ingin ‘kembali’ ke serba tradisional yang serba bebas dan tidak diatur. Oleh karena itu, semakin banyak warga yang hadir dalam acara ‘peringatan hari jadi kota’ semakin meneguhkan pemahaman bahwa masyarakat modern sejatinya sudah jenuh dengan kehidupan ‘urbanized’ yang wah dan modern. Semakin jelas pula terlihat bagaimana praktik post-modernisme telah hadir di Prenduan.(20-8-2011)
19 Agustus 2011
RUMAH MAKAN DAN PAKAIAN DALAM
Setelah check in terlebih dahulu di hotel Companile, hotel klasik yang terletak tidak jauh dari staisun kereta api. Kami diundang makan malam teman kami yang sedang studi di sana. Kami usulkan cari menu nasi yang tidak jauh beda dengan selera kita Indonesia. Sudah satu minggu sejak dari Belanda kami selalu disuguhi roti dan keju. Teman kami maklum. Maka diajaklah kami ke restoran La Part des Anges, namanya. Rumah makan ini menjaja makanan khas Spanyol: Nasi paela, sejenis nasi kuning yang dicampur dengan beragam makanan laut: udang, cumi, kerang dan bekicot laut. Bagi kami, lidah Indonesia, makanan itu sangat Asia, kaya rempah, gurih dan lezat. Teman kami bergumam. Ini baru namanya makan..hehe
Namun sebagaimana kita tahu, bahwa menjaja makanan tidak melulu perkara rasa. Tapi juga nuansa atau suasana tempat. Rumah makan itu sederhana. Langit-langit agak rendah dan hanya ada dua meja panjang dan empat meja segi empat kecil cukup untuk empat orang. Namun suasana yang ditampilkan sangat tidak lazim, keluar dari paras teoritik arsitektural dan tak dapat kami jangkau pikiran apa di balik kreativitas itu. Bagi benak kami, Indonesia dan budaya Timur, rumah makan ini sangat tidak santun. Dengan cara yang sangat ekstrem underware bekas pakai-beberapa diantaranya sobek-sobek- digantung di seutas tali seperti sedang dijemur melintang tepat di atas meja makan tempat kami makan.
Tapi kami tidak terlalu risau dengan pemandangan itu. Kami lahap saja makanan yang disaji hingga tak tersisa. Justru kami tertawa riuh sambil kelakar jangan-jangan underware itu bekas para artis yang pernah berkunjung ke restoran ini? (konon Celine Dion dan Angelina Jolie pernah makan di tempat ini). Dan bagi kami, suasana itu terus mengundang tanya dan menjadikan pemandangan itu sebagai bahan pembicaraan kami tentang keterkaitannya dengan persoalan semiotica dalam arsitektur. Kalau secara terotik, ketersusunan ruang sebuah rumah makan selalu mencitrakan selera rasa artistik dan keahlian peraciknya. Dan karenanya mereka sibuk bersekongkol dengan arsitek mencari tema-tema konsep penataan ruang: clasical estetuta, etnostyle, sense of place, clean and simpe, functional configuration, juxtaposition, back to nature dan sebagainya. Di rumah makan Spanyol ini tidak menampakkan keterkaitan teoritik itu. Justru secara kontradiktif dan sangat berani menyajikan kekumuhan, kesederhanaan dan jorok. Tetapi, barangkali inilah kekuatannya. Satu upaya deklarasi konsep “dekonstruksi arsitektur” yang berkembang pascamodernism, sekalipun dengan tafsir keliru. Cara lain penandaan (signifier) untuk menorehkan kesan dan memancing keingintahuan yang nantinya akan ditebarkan oleh para pengunjung yang telah pernah datang.18 Agustus 2011
AA.NAVIS : ROBOHNYA SURAU KAMI [e-BOOK]
download e-book lengkap cerpen ini? klik disiniDalam buku Robohnya Surau Kami ini terdapat 10 judul cerpen: Robohnya Surau Kami, Anak Kebanggaan, Nasihat-nasihat, Topi Helm, Datangnya dan Perginya, Pada Pembotakan Terakhir, Angin dari Gunung, Menanti Kelahiran, Penolong, dan Dari Masa ke Masa.
Di dalam setiap cerpennya di buku ini, A.A. Navis menampilkan wajah
Indonesia di zamannya dengan penuh kegetiran. Penuh dengan kata-kata satir dan cemoohan pada kekolotan cara pikir manusia Indonesia saat itu - yang masih relevan di masa sekarang ini.
Cerpen "Robohnya Surau Kami" dalam buku ini bercerita tentang kisah tragis matinya seorang Kakek penjaga surau di sebuah desa kecil tempat kelahiran tokoh utama cerpen itu. Sang kakek diceritakan meninggal dengan menggorok lehernya sendiri setelah mendapat cerita dari Ajo Sidi-si Pembual, yang bercerita tentang Haji Soleh yang masuk neraka walaupun pekerjaan sehari-harinya selalu beribadah di Masjid, persis seperti yang dilakukan sang Kakek di surau selama ini. Haji Soleh dalam cerita Ajo Sidi adalah orang yang rajin beribadah, semua ibadah dari A sampai Z ia laksanakan semua, dengan tekun.Tak ada doa yang terlewatkan. Tapi, ketika di padang mahsyar dan saat hisab, dimana pada saat itu manusia akan ditentukan apakah masuk surga atau neraka, Haji Soleh malah dimasukkan ke neraka. Haji Soleh protes pada Tuhan, mungkin dia alpa pikirnya. Tapi, mana mungkin Tuhan alpa, maka dijelaskanlah alasan dia masuk neraka, Tuhan malah bertanya "Engkaukah orang yang tinggal di tanah Indonesia yang mahakaya raya itu? Tapi, engkau biarkan dirimu melarat, hingga anak cucumu teraniaya berkubang dalam kemisinan?. Aku beri engkau negeri yang kaya raya, tapi engkau malah jadi malas. Engkau lebih suka beribadat saja, karena beribadat tidak mengeluarkan peluh, tidak membanting tulang. Sementara Aku telah perintahkan engkau untuk berikhtiar menggali nikmat yang telah aku berikan dengan ilmumu dan kepandaian akalmu demi kemaslahatan bangsamu?" Merasa tersindir dan tertekan oleh cerita Ajo Sidi, Kakek memutuskan bunuh diri. Dan Ajo Sidi yang mengetahui kematian Kakek hanya berpesan kepada istrinya untuk membelikan kain kafan tujuh lapis untuk Kakek, lalu pergi kerja.
Sumber: File pribadi Admin
17 Agustus 2011
JALAN KAKI PAGI HARI BIKIN KULIT SEGAR
Sumber: Detik Surabaya
Kesegaran yang didapatkan di pagi hari mulai dari udara dan lingkungan akan berdampak terhadap tubuh. Kondisi ini membuat tubuh siap melakukan berbagai aktivitas selama seharian.
Banyak orang mengalami masalah kulit seperti jerawat, yang alasannya adalah polusi. Berjalan di pagi hari membantu kulit Anda untuk bernapas dalam oksigen yang bebas polusi dan kabut pagi memiliki efek pelembab pada kulit, seperti dilansir Lifemojo, Selasa (15/8/2011).
Vitamin D yang diserap dari matahari pagi juga sangat bermanfaat. Sementara Anda keringat, kulit pori-pori terbuka dan dibersihkan, memberi kulit yang lebih sehat, yang hasilnya bisa terlihat hanya dalam beberapa hari.
Mandi atau berjemur sinar matahari pagi dapat membantu menyerap vitamin D yang berharga untuk tubuh, serta mengurangi risiko kekurangan kalsium dari tulang yang dapat menyebabkan kondisi seperti osteoporosis dan osteopenia.
Selain itu berjalan di pagi hari juga membuat paru-paru tubuh terisi oleh udara segar melalui pernapasan, sehingga memberikan kehidupan yang lebih sehat untuk sel-sel darah di dalam tubuh. Serta menciptakan koordinasi yang baik antara pikiran dan juga jiwa.
Pikiran yang segar akan membuat suasana hati menjadi lebih baik yang secara otomatis akan memberikan kontribusi terhadap perbaikan kondisi kesehatan. Serta gerakan tubuh yang melibatkan semua otot akan membuat sirkulasi darah menjadi lebih lancar.
Beberapa manfaat lain yang bisa didapatkan dari berjalan di pagi hari adalah fleksibilitas tubuh karena terjadi peregangan otot secara ekstensif selama berjalan, mengurangi ketegangan pada tulang dan jaringan, meningkatkan kekuatan jantung, membantu membakar lemak, mengontrol gula darah, kualitas tidur yang nyenyak dan perbaikan metabolisme.
(mer/fat)
8 Maret 2008
PERADABAN BANGSA MAYA
oleh: Anwar Nuris
Pada sistem penanggalan dalam Kalender Bangsa Maya (yang dimulai dari 3113 SM sampai 2012 M), mereka (Bangsa Maya) menyatakan bahwa pada tahun 2012 [tepatnya tanggal 21 Desember 2012] merupakan “End of Times”. Dan Setelah itu akan terjadi beberapa kejadian seperti: 1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar); 2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius; 3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan; 4. End of Times = End of the World as we know it; 5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia; 6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5; 7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis; 8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa; 9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah-ubah, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu; 10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate; 11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate; 12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran; 13. Kebangkitan Isa AS / Jesus; 14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO; 15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being
Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan “dimurnikan”, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.
Dalam sejarah peradaban kuno dunia, bangsa Maya dikenal menguasai pengetahuan tentang ilmu falak yang khusus dan mendalam, sistem penanggalan yang sempurna, penghitungan perbintangan yang rumit serta metode pemikiran abstrak yang tinggi. Kesempurnaan dan akurasi dari pada penanggalannya membuat orang takjub. Sekelompok masyarakat yang misterius ini tinggal di wilayah selatan Mexico sekarang (Yucatan) Guetemala, bagian utara Belize dan bagian barat Honduras. Banyak sekali pyramid, kuil dan bangunan-bangunan kuno yang dibangun oleh Maya yang masih dapat ditemui di sana. Banyak juga batu-batu pahatan dan tulisan-tulisan misterius pada meja-meja yang ditinggalkan mereka. Para arkeolog percaya bahwa Maya mempunyai peradaban yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari peninggalannya seperti buku-bukunya, meja-meja batu dan cerita-cerita yang bersifat mistik. Tetapi sayang sekali buku-buku mereka di perpustakaan Maya semuanya sudah dibakar oleh tentara Spanyol ketika menyerang sesudah tahun 1517. Hanya beberapa tulisan pada meja-meja dan beberapa sistem kalender yang membingungkan tersisa sampai sekarang.
Seorang sejarahwan Amerika, Dr. Jose Arguelles mengabdikan dirinya untuk meneliti peradaban bangsa ini. Ia mendalami ramalan Maya yang dibangun di atas fondasi kalender yang dibuat bangsa itu, dimana prediksi semacam ini persis seperti cara penghitungan Tiongkok, ala Zhou Yi. Kalendernya, secara garis besar menggambarkan siklus hukum benda langit dan hubungannya dengan perubahan manusia. Dalam bukunya “The Mayan Factor: Path Beyond Technology”, Jose Arguelles menjelaskan bahwa dalam Kalender Maya tercatat bahwa sistem galaksi tata surya kita sedang mengalami “The Great Cycle” (siklus besar) yang berjangka lima ribu dua ratus tahun lebih. Waktunya dari 3113 SM sampai 2012 M. Dalam siklus besar ini, tata surya dan bumi sedang bergerak melintasi sebuah sinar galaksi (Galatic Beam) yang berasal dari inti galaksi. Diameter sinar secara horizontal ini ialah 5125 tahun bumi. Dengan kata lain, kalau bumi melintasi sinar ini akan memakan waktu 5125 tahun lamanya. Bangsa Maya percaya bahwa semua benda angkasa pada galaksi setelah selesai mengalami reaksi dari sinar galaksi dalam siklus besar ini, akan terjadi perubahan secara total. Orang Maya menyebutnya, penyelarasan galaksi (Galatic Synchronization). Siklus besar ini dibagi menjadi 13 tahap, setiap tahap evolusi pun mempunyai catatan yang sangat mendetail. Arguelles dalam bukunya itu menggunakan banyak sekali diagram-diagram untuk menceritakan kondisi evolusi pada setiap tahap. Kemudian setiap tahap itu dibagi lagi menjadi 20 masa evolusi. Setiap masa itu akan memakan waktu 20 tahun lamanya. Dari masa 20 tahun antara tahun 1992-2012 itu, bumi kita telah memasuki tahap terakhir dari fase Siklus Besar dan bangsa Maya menganggap ini adalah periode penting sebelum masa Pra-Galatic Synchronization yakni “The Earth Generation Period” (Periode Regenerasi Bumi). Selama periode ini bumi akan mencapai pemurnian total. Setelah itu, bumi kita akan meninggalkan jangkauan sinar galaksi dan memasuki tahap baru: penyelarasan galaksi.
Lagi-lagi, masih dalam perhitungan Kalender Maya, pada 21 Desember 2012 akan menjadi hari berakhirnya peradaban umat manusia kali ini. Sesudah itu, umat manusia akan memasuki peradaban baru total yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan peradaban sekarang. Pada hari itu, tepatnya musim dingin tiba, matahari akan bergabung lagi dengan titik silang yang terbentuk akibat ekliptika (jalan matahari) dengan ekuator secara total. Saat itulah, matahari tepat berada di tengah-tengah sela sistem galaksi, atau dengan kata lain galaksi terletak di atas bumi, bagaikan membuka sebuah “Pintu Langit” saja bagi umat manusia.
Mulai 1992, bumi memasuki apa yang oleh bangsa Maya disebut ‘Periode Regenerasi Bumi”. Pada periode ini, Bumi dimurnikan, termasuk juga hati manusia, (ini hampir mirip ramalan orang Indian Amerika-Utara terhadap orang sekarang ini), subtansi yang tidak baik akan disingkirkan, dan substansi yang baik dan benar akan dipertahankan, akhirnya selaras dengan galaksi (alam semesta), ini adalah singkapan misteri dari gerakan sistem galaksi kita yang diperlihatkan oleh bangsa Maya. Sejak tahun 1992 sampai 2012 nanti, bagaimana terjadi “pemurnian” dan bagaimana pula terjadi “regenerasi” pada bumi kita ini, tidak disebutkan secara detail oleh bangsa Maya. Dalam ramalan mereka pun tidak menyinggung tentang apa hal konkret yang memberikan semangat manusia untuk bangkit dari kesadaran dan bagaimana bumi mengalami permurnian, yang ditinggalkan oleh mereka kepada anak cucunya (barangkali tidak tercatat).
Lantas, fenomena baru apa yang sudah bisa kita lihat sejak tahun 1992 sampai sekarang yang bisa kita kaitkan dengan ramalan bangsa Maya yang beradab itu? Mungkin sudah diatur, bahwa kalender Maya tidak hilang dan sejarah manusia, dan harus diuraikan dengan kode oleh manusia sekarang. Namun ia tetap saja harus dilihat, apakah umat manusia yang terpesona oleh konsepsinya yang terbentuk sesudah kelahiran dapat menembus batas-batas untuk mengingatkan dan memahami kebenaran yang melampaui sistim pengetahuan kita.
Sebenarnya, jika ditinjau dari beberapa penelitian yang telah dilakukan saat ini. Memang pada beberapa dua dasawarsa belakangan ini, bumi sedang mengalami suatu siklus yang dinamakan pembalikan daya magnet kutub. Pembalikan daya magnet kutub adalah proses yang terjadi pada waktu kutub utara dan kutub selatan saling bertukar posisi. Ketika ini terjadi, untuk beberapa saat medan magnet bumi mencapai Gauss nol, yang berarti bumi pada waktu itu punya daya magnet nol. Ketika ini terjadi bersamaan dengan perbalikan orbit sebelas tahunan kutub matahari, masalah besar akan terjadi. Menurut perhitungan komputer Hyderabad, pembalikan kutub Bumi dan Matahari dapat mengakibatkan masalah besar selain elektronik tidak bekerja dengan semestinya, burung yang bermigrasi kehilangan haluan, dan bermacam macam: 1. Sistem ketahanan tubuh semua hewan dan termasuk manusia akan banyak melemah. 2. Lapisan luar bumi akan mengalami pertambahan gunung berapi, pergerakan tektonik, gempa bumi, dan tanah longsor. 3. Medan magnet Bumi akan melemah dan radiasi alam semesta berasal dari matahari bertambah berlipat ganda mengakibatkan bahaya radiasi seperti kanker dan sebagainya tidak dapat dihindari 4. Benda-benda angkasa akan tertarik masuk ke Bumi 5. Daya gravitasi Bumi akan mengalami perubahan meskipun tidak diketahui bagaimana ia akan berubah. Jika anda menambahkan semua skenario bencana yang mungkin terjadi, anda dapat dengan mudah mengatakan dengan kalimat sederhana ini, Bumi dapat menjadi tempat yang tidak cocok untuk ditinggali peradaban manusia pada 2012 ataupun mereka yang hidup dekat lapisan luar bumi. Hal ini mungkin saja dapat terjadi pada Mars jutaan tahun yang lalu. Mungkin benar adanya apa yang dikatakan Bangsa Maya mengenai kehancuran perdaban manusia di tahun 2012 esok, hal tersebut tentunya dapat kita lihat dari sifat-sifat manusia zaman sekarang yang bagaimana moralnya, kelakuan telah sangat merosot dan alam-pun kelihatannya semakin tidak bersahabat dengan kita.
Di Indonesia sendiri seorang peramal mengatakan, “pada tahun 2012 nanti jumlah penduduk di Indonesia ini tinggal 40%”. Lalu ketika ditanya apa penyebabnya,dia menuturkan, “pada tahun itu sebuah bencana besar akan melanda Bumi secara Global, mungkin pada setiap negara nantinya hanya menyisakan 30%-40% kehidupan untuk kembali membangun kehidupan baru”. Ramalan serupa juga diutarakan oleh Beberapa Biksu di Tibet yang terkenal dengan penguasaan clairvoyance-nya yang sangat baik. Mereka mengatakan pada awal tahun 2012 merupakan tahun paling mendebarkan bagi umat manusia di muka Bumi, dimana pada permulaan tahun, beberapa fenomena aneh akan banyak bermunculan. Namun dalam penutupnya, Para Biksu mengatakan Bumi akan terselamatkan oleh sebuah kekuatan besar yang melindungi mereka secara kasat mata, sehingga memungkinkan peradaban manusia tidaklah sepenuhnya musnah.
Pada 10 tahun belakangan ini Master Li Hongzhi mengajarkan prisip karakter alam semesta “Zhen-Shan-Ren” (Sejati-Baik-Sabar) yang berefek untuk memurnikan hati manusia dan alam ini. Dalam waktu singkat pengikut latihan kultivasi jiwa dan raga ini telah lebih mencapai dari 200 juta orang yang tersebar lebih di 60 negara. Melalui kultivasi yang terus menerus latihan ini dapat menyapai tujuan menggantikan sel-sel tubuh manusia dengan materi energi tinggi dengan meningkatkan moral manusia sesuai dengan karakter alam semesta. Tidak ada seorangpun yang bisa meramalkan kapan tepatnya kiamat itu datang. Tapi dilain sisi, akan ada regenarasi suatu peradaban yang diramalkan para Orang Bangsa Maya ditahun 2012 nanti. Ini bukanlah suatu kehancuran Alam semesta secara keseluruhan, mungkin nantinya secuil para manusia-manusia yang terselamatkan dari bencana akan kembali membangun tonggak peradaban baru yang lebih baik dan lebih bermoral daripada kita. Wallahu a’lam bis showab…….
